Hadapi Puncak Musim Hujan, BPBD Jombang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

oleh -95 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 24 at 5.13.56 PM
Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – BPBD Jombang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih tinggi hingga Februari 2026.

Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari penguatan koordinasi lintas instansi hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan.

Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran bupati kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai dasar kesiapsiagaan bersama.

“Terkait kesiapsiagaan bencana di Jombang, pertama kami sudah memiliki surat edaran bupati kepada seluruh OPD. Bahkan di tingkat kecamatan juga sudah dibentuk posko siaga bencana untuk menghadapi potensi hidrometeorologi,” ujar Wiku, Sabtu (24/1).

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Jombang secara intens menjalin koordinasi dengan Pemprov Jatim serta BMKG.

Informasi terkini terkait perkembangan cuaca menjadi acuan utama dalam pengambilan langkah teknis, termasuk pengaturan pintu air saat curah hujan meningkat.

“Jika ada indikasi hujan lebat, kami langsung berkoordinasi dengan dinas teknis untuk mengendalikan aliran air agar tidak terjadi luapan,” kata Wiku.

Selain itu, upaya mitigasi risiko juga dilakukan melalui pembersihan saluran air yang tersumbat. BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) rutin menangani titik-titik rawan, terutama di sepanjang aliran sungai yang kerap membawa material seperti bambu dan sampah saat debit air meningkat.

“Kalau banjir kiriman, biasanya membawa material sampah dan bambu yang menutup jembatan. Akibatnya air tidak bisa mengalir dan meluap. Itu sudah selalu kami koordinasikan untuk segera ditangani,” jelasnya.

Untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia, Pemkab Jombang juga telah menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana.

Langkah ini dilakukan agar seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Kami sudah melaksanakan apel besar kesiapsiagaan. Jadi ketika terjadi bencana, kami sudah siap melaksanakan pelayanan kepada korban,” ujarnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Februari.

Potensi banjir luapan disebut berasal dari wilayah hulu seperti Kota Batu dan Kandangan, Kediri, yang dapat berdampak pada Kecamatan Wonosalam.

“Jika curah hujan tinggi di wilayah hulu, maka Wonosalam berpotensi terdampak luapan,” ungkap Wiku.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Desa Kademangan dan Kauman di Kecamatan Mojoagung juga masih menjadi daerah yang perlu diwaspadai karena kerap terdampak luapan air.

Meski demikian, BPBD Jombang memastikan seluruh sumber daya telah disiapkan. Proses evakuasi hingga penyediaan dapur umum dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) siap dilakukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Ketika terjadi luapan dan masyarakat perlu dievakuasi, kami siap. Jika dibutuhkan dapur umum, Tagana juga siap diturunkan,” bebernya.

BPBD Jombang pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama selama musim hujan berlangsung.

“Prinsip kami, seluruh perangkat, personel, dan peralatan sudah siap. Bahkan alat berat dan perlengkapan tanggap darurat terus digunakan untuk menangani kejadian-kejadian kecil seperti pohon tumbang,” pungkas Wiku. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.