Hanyut di Air Terjun Temburun Nanas, Remaja Asal Lombok Tengah Ditemukan Meninggal

oleh -144 Dilihat
Evakuasi korban.
Evakuasi korban.

KabarBaik.co, Lombok Barat – Tim SAR Gabungan menemukan jasad Heri Saputra, 16, remaja asal Dusun Bagik Dapol, Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di kawasan Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Korban ditemukan pada Kamis (9/4) sekitar pukul 08.25 WITA dalam kondisi meninggal dunia, setelah empat hari pencarian. Jasadnya terlihat mengambang di permukaan air, sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian, tepatnya di area hulu Bendungan Meninting.

Koordinator Lapangan Tim SAR Dewa Gede Kerta, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa setelah korban ditemukan, tim langsung melakukan proses evakuasi.

“Korban ditemukan mengambang di kawasan hulu bendungan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga,” ujarnya, Kamis (9/4).

Dalam proses pencarian, Kantor SAR Mataram mengerahkan berbagai peralatan, termasuk drone thermal untuk menyisir area sulit di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi jeram dan bebatuan besar.

Dewa mengungkapkan, kondisi cuaca yang tidak menentu serta debit air yang berubah-ubah menjadi kendala utama selama operasi berlangsung. Arus sungai yang deras dan medan licin membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati.

Peristiwa ini bermula pada Senin (6/4) siang, saat korban bersama sejumlah rekannya berwisata di lokasi tersebut. Tiba-tiba, air bah datang dan menyeret dua orang. Satu korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Heri Saputra hanyut terbawa arus hingga akhirnya ditemukan empat hari kemudian.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat dan komunitas pecinta alam.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Tim SAR juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.