Harga Plastik Naik, Pedagang Surabaya Terpukul, UMKM Ikut Tercekik

oleh -112 Dilihat
Pedagang plastik surabaya
Di Surabaya, para pedagang toko plastik hingga pelaku UMKM merasakan langsung tekanan akibat kenaikan harga yang dinilai tidak wajar dan berlangsung cepat.

KabarBaik.co, Surabaya – Lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan dampak serius di tingkat pelaku usaha.

Di Surabaya, para pedagang toko plastik hingga pelaku UMKM merasakan langsung tekanan akibat kenaikan harga yang dinilai tidak wajar dan berlangsung cepat.

Di kawasan Kutai, salah satu pedagang toko plastik, Meydina, mengaku harus menghadapi penurunan jumlah pembeli yang cukup signifikan. Ia menyebut, dalam beberapa hari terakhir, omzet penjualannya turun hingga 50 persen.

“Kenaikan harga plastik dari pabrik berkisar 30 sampai 70 persen. Dampaknya langsung terasa, pembeli berkurang drastis,” ujarnya, Kamis (9/4).

Kenaikan tersebut terjadi hampir di seluruh jenis produk plastik. Salah satu yang paling mencolok adalah plastik jenis thinwall, yang sebelumnya dijual seharga Rp 22.500, kini melonjak menjadi Rp 33.500 per satuan.

“Yang paling parah memang thinwall. Naiknya bisa lebih dari sepuluh ribu,” kata Meydina.

Tak hanya kenaikan yang tinggi, ketidakpastian harga juga menjadi persoalan tersendiri. Meydina mengungkapkan bahwa harga dari pabrik bisa berubah setiap hari, membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual secara stabil.

“Setiap hari selalu ada informasi kenaikan baru. Jadi hari ini beli, besok sudah beda harga lagi,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat para pedagang berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka harus menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya modal, namun di sisi lain, kenaikan harga justru membuat konsumen menahan pembelian.

Dampak berantai juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada bahan kemasan plastik. Salah satunya Yenny, pelaku UMKM di Surabaya, yang mengaku terpaksa mengurangi volume produksinya.

“Jelas sangat berpengaruh. Kita tidak bisa menghindari kenaikan ini, jadi terpaksa jumlah produksi saya kurangi,” ujarnya dengan nada cemas.

Menurutnya, kenaikan harga plastik tidak hanya mempengaruhi biaya produksi, tetapi juga berpotensi menekan daya saing produk UMKM di pasar.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok dan stabilitas usaha kecil, terutama bagi sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik sekali pakai.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui berbagai upaya berusaha menjaga stabilitas pasar. Berdasarkan informasi dari laman resmi pemerintah kota, pemantauan harga dilakukan secara rutin, disertai dengan pendampingan kepada pelaku UMKM agar tetap mampu bertahan di tengah gejolak harga bahan baku.

Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan strategi produksi dan menjaga keberlangsungan usaha, meski di tengah tekanan kenaikan harga yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di tengah situasi ini, para pelaku usaha berharap adanya intervensi yang lebih konkret, terutama dalam menstabilkan harga dari hulu. Sebab tanpa pengendalian yang jelas, lonjakan harga plastik dikhawatirkan akan terus berlanjut dan semakin menekan sektor perdagangan serta UMKM di daerah.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.