KabarBaik.co — Memasuki awal tahun 2026, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jombang melakukan refleksi atas perjalanan organisasi sepanjang 2025. Refleksi ini menjadi pijakan untuk menata langkah ke depan dengan tema besar ‘Petani Jombang Sejahtera untuk Semua’.
Tema tersebut, menurut HKTI, bukan sekadar slogan. Sepanjang 2025, tema ini menjadi dasar berbagai program pemberdayaan dan advokasi petani di Jombang.
Sekretaris HKTI Jombang Hasan Sholahudin mengatakan bahwa tahun 2025 merupakan fase konsolidasi dan kolaborasi.
“Tahun 2025 adalah tahun konsolidasi dan kolaborasi. Kami fokus pada pemberdayaan petani desa hutan, khususnya melalui budidaya sorgum. Kami juga memfasilitasi kerja sama dengan pengusaha pembibitan jagung agar petani bisa menanam jagung dari bantuan benih,” ujar Hasan, Kamis (8/1).
Hasan menegaskan tujuan utama HKTI bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi memastikan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan petani.
“Target kami bukan sekadar panen melimpah, tetapi nilai tambah dan kesejahteraan yang dirasakan mulai dari pemilik lahan hingga buruh tani,” katanya.
Sepanjang 2025, HKTI Jombang mencatat sejumlah capaian yang dinilai menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan petani.
Di antaranya pendampingan petani desa hutan, advokasi harga dan akses pasar, penyelenggaraan sekolah lapang teknis tanaman sorgum, serta pendampingan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani.
Meski demikian, HKTI mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Keterbatasan akses modal usaha tani yang fleksibel, fluktuasi harga sarana produksi pertanian, hingga alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi perhatian serius. Selain itu, regenerasi petani muda juga dinilai belum berjalan optimal.
“Masih ada kesenjangan antara petani yang sudah maju dengan yang masih bertahan dengan cara konvensional. Semangat ‘untuk semua’ menuntut pendekatan yang lebih inklusif dan personal,” ujar Hasan.
Berdasarkan refleksi tersebut, HKTI Jombang menetapkan sejumlah prioritas program untuk 2026. Salah satunya adalah Program Petani Muda Wirausaha yang bertujuan menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.
Program ini akan dilengkapi dengan pendampingan menyeluruh, mulai dari teknik pertanian modern, pemasaran digital, hingga penguatan jiwa kewirausahaan.
Selain itu, HKTI juga mendorong perluasan kemitraan dengan off-taker atau perusahaan penyerap hasil pertanian. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kontrak kemitraan yang adil dan menjamin stabilitas harga serta kepastian pasar bagi petani.
Prioritas lain adalah advokasi perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). HKTI berencana memperkuat kerja sama dengan DPRD dan pemerintah daerah agar lahan pertanian produktif tidak terus tergerus alih fungsi.
“Tahun 2026 harus menjadi tahun lompatan. Kesejahteraan petani adalah fondasi ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Jombang,” kata Hasan.
Ia optimistis, dengan semangat gotong royong dan adaptasi teknologi, cita-cita “Petani Jombang Sejahtera untuk Semua” bukan sekadar mimpi.
HKTI Jombang pun mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, sektor swasta, media, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendorong terwujudnya pertanian Jombang yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan di tahun 2026. (*)






