KabarBaik.co, Jakarta- Luna Maya mengaku diliputi rasa tegang menjelang pemutaran film horor terbarunya, Yakni, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Film yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan momentum Lebaran, itu menjadi pengalaman baru bagi Luna. Sebab, film ini merupakan film pertamanya yang rilis pada musim libur Idul Fitri.
“Jujur dari kemarin aku tegang banget. Ini film Lebaran pertama aku, jadi rasanya deg-degan,” kata Luna Maya saat jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (14/3).
Film ini sekaligus menjadi penampilan ketiga Luna Maya sebagai karakter Suzzanna, setelah sebelumnya membintangi Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023).
Dalam proyek terbaru ini, Luna berharap penonton tidak lagi hanya membandingkan kemiripannya dengan sosok legenda ratu horor Indonesia, Suzzanna, tetapi dapat menikmati cerita yang ditawarkan film tersebut.
“Film pertama, kedua, dan ketiga punya daya tarik masing-masing. Di film ketiga ini, sudah waktunya penonton menikmati ceritanya dan warna baru yang dibawa filmnya,” ujar Luna.
Suzzanna Ditampilkan Lebih Manusiawi
Berbeda dari dua film sebelumnya yang menonjolkan sosok Suzzanna sebagai figur horor, film ketiga ini justru menghadirkan pendekatan berbeda.
Luna Maya mengungkapkan bahwa karakter Suzzanna digambarkan lebih manusiawi, dengan emosi dan konflik batin yang kuat sepanjang cerita. “Di film ini Suzzanna tampil sebagai manusia dari awal sampai akhir. Itu membuat karakternya terasa lebih hidup dan utuh,” kata Luna.
Pendalaman karakter bahkan membuat Luna menjalani latihan vokal intensif untuk meniru intonasi dan cara bicara khas Suzzanna yang dikenal memiliki pelafalan unik dalam dialog.
Horor Kolosal dengan Balas Dendam Santet
Film yang diproduksi Soraya Intercine Films dan disutradarai Azhar Kinoi Lubis ini dikemas dengan pendekatan horor kolosal bergaya sinematik besar, lengkap dengan desain produksi mewah serta efek prostetik yang detail.
Kisahnya mengikuti perjalanan Suzzanna yang menyimpan dendam kepada Bisman, penguasa desa kejam yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Dendam itu membuat Suzzanna mempelajari ilmu santet untuk membalas perbuatan tersebut. Namun di tengah perjalanan, ia justru dihadapkan pada konflik batin antara dendam dan cinta.
Film ini juga menghadirkan jajaran aktor papan atas seperti Reza Rahadian, Djenar Maesa Ayu, Iwa K, El Manik, Yatti Surachman, hingga Nunung.
Proyek Film Satu-satunya Luna Maya di 2026
Menariknya, Luna Maya menyebut film ini sebagai satu-satunya proyek layar lebar yang dibintanginya sepanjang 2026. Ia bahkan mengaku berencana mengambil jeda dari dunia akting setelah menyelesaikan proyek tersebut.
Karena itu, ia berharap film ini mendapat sambutan hangat dari penonton Indonesia saat tayang di musim Lebaran. “Aku berharap penonton bisa menikmati film ini sepenuhnya. Semua tim bekerja dengan semangat yang sama dan rasanya benar-benar menyatu saat proses syuting,” ujarnya. (*)







