IHSG Cetak Rekor 24 Kali, Pencapaian Pasar Modal Indonesia Tahun 2025 dengan Kinerja Gemilang

oleh -90 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 11 at 17.24.06
Pasar modal Indonesia pada tahun 2025 mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan manis. Di tengah stabilitas ekonomi nasional yang terjaga dan sentimen global yang relatif kondusif, kinerja pasar keuangan domestik menunjukkan penguatan signifikan di hampir seluruh lini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.646,94 pada 31 Desember 2025. Sepanjang tahun IHSG menguat 22,13 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan mencetak 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

“Capaian ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional serta ketahanan pasar modal Indonesia di tengah dinamika global,” ujar Inarno, Minggu (11/1).

Penguatan tidak hanya terlihat dari pergerakan indeks. Likuiditas pasar saham juga mengalami lonjakan signifikan. Rerata nilai transaksi harian (RNTH) pada Desember 2025 mencapai Rp 27,19 triliun, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Peningkatan likuiditas tersebut, menurut Inarno, didorong oleh peran investor ritel domestik yang semakin dominan. Proporsi transaksi investor ritel meningkat dari 38 persen pada 2024 menjadi 50 persen pada 2025, menandakan semakin kuatnya basis investor dalam negeri.

Secara tahunan, RNTH sepanjang 2025 tercatat Rp18,07 triliun, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp12,85 triliun.

Dari sisi partisipasi investor, pasar modal Indonesia juga mencatat pertumbuhan yang impresif. Sepanjang Desember 2025 terdapat tambahan 694 ribu investor baru. Dengan demikian, jumlah investor pasar modal secara kumulatif meningkat 5,49 juta menjadi 20,36 juta investor, atau tumbuh 36,95 persen secara tahunan.

Sementara itu, pergerakan investor asing menunjukkan sinyal pemulihan kepercayaan. Meski secara akumulasi sepanjang 2025 masih tercatat net sell sebesar Rp17,34 triliun, pada Desember 2025 investor asing membukukan net buy saham Rp12,24 triliun. “Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek pasar modal domestik,” kata Inarno.

Kinerja positif juga tercermin di pasar obligasi. Indeks komposit obligasi Indonesia (ICBI) menguat 12,27 persen yoy, seiring dengan penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang cukup signifikan.

Di sisi industri pengelolaan investasi, total Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.033,81 triliun, sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh 35,26 persen yoy, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk investasi.

Tak kalah penting, penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal sepanjang 2025 mencapai Rp 274,80 triliun, melampaui target tahunan yang ditetapkan OJK.

Secara keseluruhan, kinerja pasar modal sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki fondasi keuangan yang solid, dengan dukungan investor domestik yang semakin matang dan kepercayaan global yang perlahan menguat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.