KabarBaik.co – Kementerian Agama (Kemenag) terus berusaha menekan angka kematian jemaah haji. Salah satu caranya adalah menerbitkan buku paket manasik haji. Beberapa poin penting yang dimuat dalam buku tersebut antara lain masalah istithaah kesehatan, fikih taysir, dan nilai-nilai filosofis ibadah haji.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag Hilman Latief menyatakan, pihaknya terus melakukan upaya menekan angka kematian jemaah pada penyelenggaraan haji 2025. Salah satunya dengan kebijakan istithaah kesehatan.
”Sehingga nanti perlu kita kuatkan kembali dalam bentuk edukasi di bimbingan manasik haji,” kata Hilman saat membuka Penyempurnaan Buku Paket Manasik Haji Tahun 1446 H/2025 M seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (7/2).
Hilman mengungkapkan, demensia menjadi penyakit yang banyak dialami jemaah haji Indonesia pada 2024. Terutama jemaah haji lansia dengan usia 65 tahun ke atas. “Kondisi tersebut perlu kita antisipasi mengingat jumlah jemaah lansia yang berangkat pada musim haji tahun ini masih cukup tinggi,” jelasnya.
Hilman berharap buku paket manasik haji ini dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya di Arab Saudi agar jemaah dapat melakukan persiapan lebih matang.
Sementara itu, Direktur Bina Haji Musta’in Ahmad menjelaskan, buku paket manasik haji tahun ini bertemakan fikih haji Taysir. Yakni, tata cara beribadah haji yang memberikan kemuliaan, kemudahan dan kenyamanan kepada jemaah haji yang berusia lanjut, sakit atau berisiko tinggi (risti).
“Buku yang akan disusun itu akan memuat tentang pandangan-pandangan fikih taysir dalam perhajian, tentang nilai-nilai filosofis dan sufistik dari haji yang akan membangun kuatnya kemabruran jemaah haji,” ujarnya.
Musta’in berharap buku ini dapat menjadi pelengkap bagi jemaah dalam rangka persiapan pelaksanaan haji. “Harapannya buku ini nanti bisa mengantarkan tercapainya predikat haji mabrur dan mewujudkan perhelatan ibadah haji yang diikuti umat Islam dari berbagai penjuru dunia ini,” tutup Musta’in. (*)








