KabarBaik.co – Pria lansia yang hanyut di Sungai Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi berhasil ditemukan pada pencarian hari keempat, Minggu (11/1). Pria bernama Alapi Hariyono warga Gumirih itu ditemukan di perairan Jembrana Bali dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan jenazah korban pertama kali ditemukan nelayan di sekitar pengairan Pengambengan. Posisinya mengambang meninggal dunia.
“Jenazah ditemukan dengan jarak sekitar 16 nautical mile dari Muara Bomo ke arah tenggara,” kata dia, Senin (12/1).
Dari hasil identifikasi dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Alapi Hariyono yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di Banyuwangi.
“Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
Penemuan korban sekaligus menutup proses pencarian yang telah berlangsung selama empat hari. Operasi yang melibatkan Kantor SAR, BPBD, TNI, polri, relawan, serta masyarakat setempat itu resmi dibubarkan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah terlibat aktif dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ungkap dia.
Alapi pertama kali dilaporkan hilang saat berteduh di gubuk pinggir sungai saat hujan deras. Kerabat Alapi sempat melihatnya berteduh di sana ketika melintas di wilayah tersebut.
Saat kembali melintas pada petang harinya, Alapi sudah tak terlihat di gubuk. Kerabat tersebut mengira Alapi telah pulang ke rumah.
Namun hingga malam, kakek tersebut tak kunjung berada di kediamannya. Keluarga pun mencarinya ke berbagai tempat dan menduga Alapi tenggelam saat berteduh di pinggi sungai.
Dugaan itu semakin kuat setelah warga menemukan mesin pemotong rumput milik Alapi yang tersangkut ranting di aliran sungai. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari titik korban biasa menyebrang di aliran sungai.






