KabarBaik.co, Banyuwangi – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 H, sejumlah penjahit di Banyuwangi mulai kebanjiran pesanan. Peningkatan permintaan jahitan terjadi seiring tradisi masyarakat yang menyiapkan pakaian baru untuk ibadah puasa hingga Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu yang merasakan lonjakan pesanan adalah Mustakim, 50 tahun, penjahit yang membuka usaha di Jalan Letjend S. Parman, Banyuwangi, tepatnya di utara RS Fatimah sisi barat jalan. Ia mengaku, sejak beberapa pekan terakhir jumlah pelanggan yang datang meningkat signifikan.
“Alhamdulillah, sudah banyak yang datang untuk menjahit,” ujarnya, Minggu (15/2).
Pada hari biasa ia menerima pesanan sekitar tiga hingga empat potong pakaian per hari, baik celana maupun baju. Namun mendekati Ramadan, jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh hingga delapan potong per hari. Kenaikan itu membuat waktu penyelesaian satu pakaian bisa mencapai maksimal satu pekan.
Biasanya, kata dia, memasuki pertengahan Ramadan pesanan sudah penuh sehingga tidak lagi menerima order baru karena fokus menyelesaikan jahitan untuk persiapan Lebaran.
“Biasanya pertengahan puasa itu sudah full, jadi tidak menerima pesanan lagi,” katanya.
Mustakim melayani berbagai jenis jahitan pakaian pria dan wanita. Ia juga menerima permak jeans dan pakaian lainnya. Khusus celana jeans, ia menyediakan berbagai pilihan bahan, mulai jeans reguler hingga soft jeans dengan beragam warna. Untuk bahan selain jeans, pelanggan umumnya membawa kain sendiri.
Ia menyebut, model celana jeans yang dikerjakannya mengikuti tren, termasuk untuk kalangan anak muda. Pelanggan dapat menyesuaikan model sesuai keinginan.
Mustakim telah menekuni profesi penjahit selama puluhan tahun. Sejumlah pejabat dan tokoh daerah menjadi pelanggan tetapnya. Salah satunya almarhum Bupati Banyuwangi, Samsul Hadi. Selain itu, ia juga pernah menerima pesanan dari penyanyi kendang kempul legendaris Banyuwangi, Catur Arum.
“Alhamdulillah banyak yang cocok dengan hasil jahitan saya,” ujarnya.(*)






