KabarBaik.co – Jenazah Indra Saputra (29), warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang meninggal dunia akibat tertabrak kereta api akhirnya dimakamkan di Bojonegoro, Jumat (16/1). Kemarin (15/1), dia meninggal di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Pemakaman dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan tidak akan mengambil jenazah untuk dimakamkan di daerah asalnya di Kabupaten Muara Enim.
Kapolsek Kalitidu, AKP Saefudinuri mengatakan, keputusan tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak keluarga melalui surat pernyataan penyerahan jenazah. “Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penyerahan jenazah dan menyatakan tidak mengambil jenazah untuk dibawa ke daerah asal,” ujar Saefudinuri.
Setelah dilakukan koordinasi antara kepolisian dan pihak RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, disepakati bahwa jenazah akan dimakamkan di pemakaman khusus milik rumah sakit tersebut.
Sementara itu, staf Instalasi Forensik RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Mundhofar, yang memimpin proses pemakaman, menjelaskan bahwa jenazah dimakamkan sesuai dengan syariat Islam. “Jenazah telah kami makamkan pagi ini di pemakaman khusus milik RSUD dr R. Sosodoro Bojonegoro. Proses pemakaman dilakukan sesuai dengan tata cara agama Islam,” jelas Mundhofar.
Indra Saputra datang ke Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, untuk menemui seorang perempuan yang dicintainya dan tinggal di wilayah tersebut. Namun pengorbanannya dari Sumatera ke Bojonegoro tidak membuahkan hasil setelah perempuan yang ia kejar enggan menemuinya.
Selama berada di Desa Talok, warga setempat kerap melihat korban berjalan di sekitar rel kereta api serta tidur di halaman toko dan emperan rumah warga. Kisah Indra Saputra sempat menyita perhatian publik karena kegigihannya merantau jauh dari Sumatera Selatan ke Bojonegoro demi mengejar cinta, yang kemudian berakhir tragis setelah ia meninggal dunia akibat tertabrak kereta api. (*)









