KabarBaik.co – Ruas Jalur Lintas Selatan (JLS) Serang–Sumbersih di Kabupaten Blitar kian mendekati tahap akhir pengerjaan. Jalan sepanjang 4,375 kilometer itu ditargetkan selesai sepenuhnya pada pertengahan Februari 2026 dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 JLS Leo Aditya Mahardika, menyebut progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 97 persen. Secara konstruksi, jalan sudah tersambung seluruhnya dan hanya menyisakan pekerjaan finishing.
“Panjang jalannya sudah tuntas semua. Tinggal tahap finishing, seperti pemasangan marka jalan di sisi tepi. Setelah itu bisa 100 persen selesai,” ujar Leo, Jumat (23/1).
Ia memastikan, apabila seluruh tahapan akhir rampung sesuai jadwal, masyarakat sudah dapat melintasi ruas Serang–Sumbersih setelah 16 Februari 2026. Jalur ini nantinya juga menjadi akses penting menuju kawasan wisata pesisir selatan Blitar.
“Setelah dinyatakan selesai, jalur ini bisa digunakan warga, termasuk menuju kawasan wisata seperti Pantai Peh Pulo,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto yang meninjau langsung lokasi proyek mengapresiasi percepatan pembangunan JLS pada paket Lot 3 tersebut. Menurutnya, kondisi jalan pada dasarnya sudah selesai dan hanya membutuhkan pemeliharaan serta penyempurnaan akhir.
“Progresnya begitu cepat dan hasilnya sangat bagus sekali. Terutama tadi saya mulai dari Serang ke Sumbersih ini sudah selesai, tinggal pemeliharaan-pemeliharaan,” kata Rijanto,
Rijanto menilai keberadaan JLS menjadi jalur strategis untuk membuka keterisolasian wilayah Blitar Selatan. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki potensi besar, mulai dari sektor pariwisata pantai, pertanian tanaman pangan, perkebunan, hingga komoditas tebu yang selama ini terkendala akses.
“Dengan JLS, potensi di selatan akan lebih mudah berkembang karena aksesnya terbuka,” ujarnya.
Ia juga memastikan pembangunan JLS tidak berhenti di ruas Serang–Sumbersih. Pemerintah pusat, kata Rijanto, dijadwalkan kembali melanjutkan pembangunan pada 2026 dengan mengerjakan Lot 3A sepanjang sekitar 7,5 kilometer yang direncanakan dimulai Juni mendatang.
“Insyaallah sekitar Juni 2026 nanti dimulai lagi untuk Lot 3A. Harapannya pembangunan JLS ini bisa terus berlanjut sampai tembus Malang di timur dan Tulungagung–Trenggalek di barat,” ungkapnya.(*)









