KabarBaik.co, Thailand – Kapal patroli Angkatan Laut Thailand melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pukat ikan Malaysia yang mencoba menabraknya setelah kedapatan melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Thailand.
Kapal tersebut kemudian tenggelam dan awaknya ditahan, kata juru bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, Minggu (22/2).
“Pada 20 Februari 2026, kapal-kapal nelayan Thailand melaporkan kepada Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand tentang delapan hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan teritorial Thailand – delapan mil laut dari Pulau Lipe,” kata Parach kepada wartawan.
Parach menambahkan bahwa kapal patroli Angkatan Laut yang dikerahkan untuk memeriksa informasi tersebut terpaksa melepaskan tembakan peringatan ketika satu kapal pukat mencoba menabraknya.
Komandan kapal patroli, yang mendapati sedikitnya 10 kapal Malaysia berada di perairan Thailand berdasarkan laporan nelayan setempat. Kapal patroli Thailand kemudian menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan mereka segera mematikan mesin dan bersiap menjalani pemeriksaan, kata juru bicara tersebut.
“Sebagian besar kapal pukat berusaha segera meninggalkan perairan Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” ucap Parach
Awak patroli kemudian melepaskan tembakan peringatan, yang mengakibatkan satu awak kapal pukat kecil itu terluka. Dua lainnya ditahan, dan kapal tersebut tenggelam.
Parach menambahkan ketiga awak kapal pukat Malaysia tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja berdasarkan kontrak di negara tetangga itu.
Pria yang terluka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Provinsi Satun, wilayah paling selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, sementara dua lainnya diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat dan ditahan berdasarkan keputusan pengadilan. (*)







