KabarBaik.co – Kepedulian warga Jatim kembali diwujudkan dalam aksi nyata. Jumat (12/12), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur bersama Forum Zakat (FOZ) Jatim dan Pemprov Jatim mengirimkan bantuan besar-besaran untuk warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Prosesi pelepasan bantuan berlangsung di halaman Kanwil Kemenag Jatim, Sidoarjo, dipimpin Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar.
Sejak pagi, halaman kantor telah dipenuhi deretan truk berukuran besar. Total 35 armada logistik yang membawa paket bantuan berdatangan dan langsung bersiap menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk proses pemuatan.
Setelah itu, seluruh bantuan akan dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, bekerja sama dengan Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN).
Wagub Emil menyampaikan bahwa kolaborasi yang terbangun kali ini adalah potret ketulusan masyarakat Jawa Timur dalam membantu sesama. Ia menilai solidaritas yang muncul tidak hanya lahir dari lembaga, tetapi juga dari kepedulian masyarakat luas.
“Kita menyaksikan bagaimana masyarakat Jawa Timur hadir untuk saudara-saudara di Sumatra. Kepedulian ini menjadi energi besar yang harus dijaga,” ungkap Emil.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya Pemprov Jatim telah bergerak lebih dulu memberikan bantuan ke Aceh. Kehadiran bantuan yang diberangkatkan kali ini disebutnya sebagai lanjutan dari semangat yang sama.
“Kalau beberapa waktu lalu pemerintah daerah yang turun langsung, hari ini bantuan datang dari masyarakat untuk masyarakat,” ujarnya.
Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, turut mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Ia melihat partisipasi lembaga zakat dan relawan sebagai bukti bahwa nilai gotong royong masih sangat kuat di Jawa Timur.
“Semoga bantuan ini membawa keringanan bagi saudara-saudara kita di Sumatera dan menjadi catatan amal baik untuk kita semua,” ucapnya.
Ketua FOZ Jatim, Ziyad, dalam laporannya menyebut ada 33 lembaga yang ikut serta mengumpulkan bantuan. Hingga malam sebelum keberangkatan, total bantuan yang terkumpul mencapai 103 ton dengan estimasi nilai sekitar Rp 2,3 miliar. Seluruhnya terdiri dari kebutuhan pokok, sandang, air minum, perlengkapan bayi, dan barang kebutuhan darurat lainnya.
“Ini menjadi bukti kuat bahwa aksi kemanusiaan bisa berjalan maksimal ketika semua pihak bersatu,” kata Ziyad.
Pengiriman bantuan melalui Kapal Kemanusiaan ini menandai kuatnya sinergi pemerintah, lembaga amil zakat, dan masyarakat Jawa Timur.
Aksi kolaboratif tersebut diharapkan menjadi angin segar bagi warga Sumatera yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Pemerintah dan jaringan lembaga zakat Jatim menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu dalam setiap situasi darurat kemanusiaan. (*)







