KabarBaik.co – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali menggelar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahap II di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan para petugas yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas tinggi untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah Haji 1447 H/2026 M.
Seleksi tahap II berlangsung serentak di 31 provinsi mulai pukul 09.00 WIB. Adapun Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat belum dapat melaksanakan seleksi karena daerah tersebut masih terdampak bencana alam.
Menteri Haji dan Umrah RI menekankan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah untuk memperkuat kualitas layanan haji secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah dilayani oleh petugas yang kompeten, berdedikasi, dan memiliki akhlak pelayanan terbaik. Integritas adalah syarat yang tidak bisa ditawar,” ujar Gus Irfan seperti dikutip dari laman resmi Kemenhaj RI, Jumat (12/12).
Ia juga memberi pesan mendalam kepada para peserta seleksi, menegaskan bahwa tugas sebagai petugas haji adalah amanah besar yang harus diemban sepenuh hati.
“Bila kelak Saudara-Saudari terpilih sebagai Petugas Haji, baik Kloter maupun PPIH Arab Saudi, jalankan amanah ini dengan ketulusan. Jadilah petugas yang diridhai Allah, yang dicintai jemaahnya. Jangan mengejar materi, karena Allah telah menyiapkan balasan yang jauh lebih indah di surga-Nya,” tutur Menhaj.
Pelaksanaan seleksi ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang merupakan perubahan ketiga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya pembinaan, pelayanan, dan perlindungan optimal bagi seluruh jemaah.
Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Rahardjo, menjelaskan bahwa seleksi tahap II mencakup dua jenis penilaian: Tes Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 60 persen dan wawancara pendalaman tugas dengan porsi 40 persen. “Seleksi ini memastikan bahwa setiap petugas tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga memiliki karakter pelayanan yang kuat,” katanya.
Acara seleksi turut dihadiri oleh Puji Rahardjo, Abd. Haris, Mohammad Asadul Anam, dan Gartaman sebagai jajaran terkait penyelenggaraan haji di wilayah Jawa Timur.
Melalui seleksi tahap II ini, pemerintah berharap lahir petugas haji yang bekerja secara profesional, penuh keikhlasan, dan mampu menjunjung martabat pelayanan haji Indonesia.(*)







