KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menerima kunjungan pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Asisten Deputi Bidang Pengurangan Risiko Bencana Andre Notohamijoyo, hadir langsung dan disambut Kepala Pelaksana BPBD Gresik Sukardi.
Sukardi membenarkan pertemuan yang dilaksanakan Jumat lalu untuk membahas strategi penanganan dan mitigasi bencana di Kabupaten Gresik. Menurutnya, banyak catatan yang disampaikan Kemenko PMK, salah satunya penegasan bahwa pembangunan di Gresik sebagai daerah industri harus selalu berpijak pada peta risiko bencana.
“Intinya, setiap pembangunan harus mengedepankan mitigasi bencana. Termasuk antisipasi terhadap bencana hidro, karena Gresik kebanyakan bencananya banjir dan kekeringan,” ujar Sukardi, Rabu (27/8).
Ia menambahkan, Kajian Risiko Bencana (KRB) yang dimiliki kabupaten perlu dijadikan acuan dalam setiap rencana pembangunan. “Kami sangat mendukung dan antusias, ini penting untuk meningkatkan penanganan dan mitigasi bencana,” kata dia.
Diketahui selama ini, BPBD Gresik menggandeng berbagai pihak, mulai instansi pemerintah hingga sektor swasta seperti Petrokimia, Semen Indonesia, KEK JIIPE, dan Pertamina. Dukungan itu diarahkan pada penguatan sistem kesiapsiagaan, penyediaan data kebencanaan, perencanaan aksi, hingga edukasi masyarakat.
Kunjungan Kemenko PMK itu mempertegas posisi Gresik sebagai kawasan industri yang rentan risiko bencana. Mitigasi bukan lagi sekadar dokumen, melainkan landasan wajib dalam menata pembangunan. (*)








