Ketua DPD RI Sayangkan Impor Pikap Kopdes dari India: Utamakan Produk Dalam Negeri

oleh -89 Dilihat
IMG 20260221 WA0100 2048x1154 1
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin

KabarBaik.co, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyayangkan keputusan bisnis PT Agrinas yang melakukan Pengadaan pikap operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari produk India.

Menurut Sultan, keputusan bisnis BUMN yang ditugaskan membangun KDMP tersebut terburu-buru dan kurang sensitif terhadap nasib industri otomotif dalam negeri.

“Kita tentunya sangat menghormati Keputusan PT Agrinas dalam melakukan Pengadaan mobil operasional dengan memperhatikan prinsip efisiensi Dan kelayakan bisnis. Namun Kebijakan Pengadaan mobil operasional KDMP oleh PT Agrinas yang bersifat mandatory sebaiknya mendahulukan kepentingan industri dan produk dalam negeri,” ujar Sultan melalui keterangan resminya, Jumat (27/2).

Sultan menilai dari kebijakan pengadaan mobil operasional KDMP, pemerintah berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja dan mencegah terjadinya PHK di sektor otomotif.

“Kami percaya pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri dalam negeri bisa menyesuaikan harga bisa dan kewajaran kualitas agar lebih kompetitif,” tegasnya.

Mantan ketua HIPMI Bengkulu itu mengatakan kebijakan PT Agrinas tersebut masih berpeluang untuk dibatalkan. Karena industri otomotif Indonesia mampu men-supply pikap yang lebih adaptif dengan kebutuhan logistic Kopdes.

“Kita ingin setiap hal yang terkait dengan Koperasi Merah Putih harus dipastikan Merah Putih. Terutama sarana dan produk serta jasa yang akan dijual belikan di setiap gerai Kopdes,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.