Ketua DPRD Nganjuk Groundbreaking Masjid di Desa Tanjungrejo, Tak Terima Sumbangan Uang

oleh -338 Dilihat
123c9e38 7e4e 4528 be74 b4c9d8f9e635
Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono groundbreaking Masjid di tanah Wakaf keluarga istrinya Yuni Heru Tjahjono (Agus Karyono)

KabarBaik.co – Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono melakukan groundbreaking pembangunan masjid di Desa Tanjungrejo, Loceret. Masjid yang akan berdiri di tepi jalan raya Semeru Tanjungrejo Loceret ini dibangun di atas tanah wakaf yang diberikan oleh keluarga istrinya, Yuni Heru Tjahjono, beserta seluruh saudara-saudaranya.

Pembangunan masjid tersebut diinisiasi oleh Yuni sehingga dalam proses pembangunannya tidak menerima sumbangan atau bantuan dalam bentuk tunai atau uang.

“Donatur tunggalnya orang di sebelah saya ini, jadi tanah ini merupakan peninggalan dari almarhum Bapak Imam dan Bu Rusmini, mertua saya. Istri saya menginisiasi untuk dibangun masjid, jadi prosesnya agak lama juga, karena harus musyawarah dengan keluarga besar, sebagai ahli waris,” ungkap Mas Tatit sapaan akrabnya, Sabtu (17/1).

Acara tersebut diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh berbagai tokoh lintas partai politik. Antara lain Ketua DPC Partai Demokrat Nganjuk Endah Sri Murtini, M Fauzi Irwana dari NasDem, Karyo Sulistiyo dari Partai Golkar, Nur Daenuri dari PKB, dan Eko Wahyu dari PKS.

Selain kalangan politisi, sejumlah pejabat Pemda Nganjuk di antaranya M Yasin, Puguh Harnoto Kadisdik, Sujito Kadis Lingkungan Hidup (LH) dan sejumlah pejabat lain, serta dihadiri para pengurus DPC PDIP Nganjuk, para alim ulama lokal, dan masyarakat sekitar.

Meski pembangunan masjid ini murni menggunakan dana pribadi dari Yuni Heru Tjahjono. Namun, bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan memberikan kontribusi, pihak penyelenggara membuka kesempatan untuk menyumbang dalam bentuk barang saja, tidak menerima sumbangan tunai.

“Silahkan jika ingin ada masyarakat yang memiliki kelebihan ingin berpartisipasi, dalam bentuk barang saja, semen, pasir, kayu, dan bahan bangunan lainnya sesuai kebutuhan pembangunan,” Jelas Mas Tatit.

c44dc567 cfe0 48d7 841a 3518bee877e8
Kegiatan potong tumpeng sebelum groundbreaking setelah doa Bersama (Agus Karyono)

Dengan luas bangunan masjid 20 meter persegi dan halaman seluas 12 meter persegi, diperkirakan pembangunan memakan waktu antara 6 sampai dengan 7 bulan.

“Dengan parkir yang lumayan luas, harapan kami nantinya masjid ini tidak hanya berperan sebagai rumah ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat untuk berbagai aktivitas positif.” Katanya

Adapun alasan memilih membangun masjid di rumah peninggalan mertuanya tersebut, politisi nasionalis ini mengaku mendapat hidayah dari Allah SWT.

“Saya merasa mendapatkan hidayah untuk mewujudkan pembangunan masjid ini di tanah wakaf dari keluarga istri saya. Meskipun saya dikenal sebagai politisi nasionalis, saya tetap menjalankan proses religius dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, saya rasa diri saya lengkap. memiliki semangat nasional dan juga kedalaman religius,” tuturnya

Para tamu undangan juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan masjid ini dan menyebutkannya sebagai contoh kolaborasi positif antara tokoh masyarakat, elemen agama, dan lintas partai politik untuk kemajuan wilayah.

“Ini sangat positif, pak ketua membangun masjid meskipun beliaunya orang PDI Perjuangan, karena memang religius itu tidak memandang dari partai apa, dan saya setuju, hidayah itu akan datang kepada siapa saja,” kata Politisi Nasdem M Fauzi Irwana. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.