Kisah Pilu TKI Asal Sidoarjo di Kamboja, Dipaksa Jadi Admin Judi Online

oleh -33 Dilihat
IMG 20240919 WA0020
Tangkapan layar video viral yang mengisahkan kejadi TKI di Kamboja. (Yudha)

KabarBaik.co – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kamboja videonya viral karena mendapatkan kekerasan dari tempatnya bekerja dan kini meminta bantuan Pemerintah Indonesia. Dalam video itu ia menjelaskan bahwa dirinya terjebak di kantor Imigrasi Kamboja karena menjadi korban penipuan pekerjaan.

Pria warga Gelam, Sidoarjo yang bernama Yudha Wahyu Palupi Bagus Tejowono ini mengaku dijebak untuk bekerja sebagai admin judi online bersama sejumlah WNI lainnya.

Tim KabarBaik.co pun mencoba mendatangi alamat rumahnya yang berada di Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Di sana hanya terlihat sang mertua, Sunarya, 62 tahun.

Perempuan yang terlihat sehat meski umurnya tak lagi muda ini menuturkan jika ia kurang tahu secara pasti terkait apa yang menimpa menantunya di negeri orang.

“Dulunya kerja di pabrik plastik Krian sana, terus keluar beberapa bulan lalu,” katanya.

Wanita itu sebenarnya juga kaget dengan kabar tersebut.

Diketahui saat bulan Juli lalu, Yudha tengah getol mencari informasi pekerjaan di sejumlah platform media sosial seperti Facebook. Tak lama berselancar, ia mendapatkan Direct Meessage (DM) dari seseorang yang menawarkan pekerjaan sebagai Customer Service (CS).

Yudha pun lantas menjalin komunikasi yang intens dengan pemberi informasi pekerjaan. Ia pun merasa tertarik dengan pekerjaan beserta gaji yang ditawarkan.

Sunarya mengatakan bahwa anaknya yang juga istri korban yaitu Heni Novita sebenarnya tidak ingin suaminya bekerja ke luar negeri sebagai TKI.

“Anak saya bilang mending di sini jadi kurir atau apa gitu asal bisa ada penghasilan,” ucapnya.

Apalagi saat ini Yudha dan Heni dikaruniai dua orang anak yang masih duduk di kelas I dan VI Sekolah Dasar. Namun korban tetap memaksa untuk pergi ke luar negeri.

“Sebelum pergi itu sempat ke Bojonegoro dulu, gak tau ngapain,” katanya.

Selepas itu Yudha pergi ke Phnom Penh, Kamboja.

Tak lama usai tiba di Kamboja, Yudha kemudian menghubungi istrinya bahwa ia telah tertipu pekerjaan. Bahkan korban terjebak di kantor Imigrasi Kamboja dan tak mendapatkan kehidupan yang layak.

“Ini tadi istrinya dijemput beberapa orang diajak ke polisi mau laporan,” ujar Sunarya.

Hingga kemudian video tersebut viral. Istri korban sempat meminta bantuan ke beberapa pihak.

“Katanya minta 30 juta biar bisa pulang, bingung yang di sini,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun KabarBaik.co, setibanya korban di Kamboja, ia dijemput oleh sejumlah orang berseragam bersama sejumlah WNI lainnya. Di sana paspor dan handphone korban diminta oleh pihak tersebut untuk pengurusan VISA.

Namun saat dikembalikan ternyata HP korban sudah dalam keadaan direset ke setelan pabrik. Sehingga kontak beserta bukti chat dengan pihak pemberi pekerjaan hilang.

Nasib kurang baik pun masih berlanjut, Yudha dan WNI lainnya bukan dipekerjakan sebagai Customer Service melainkan justru diminta kerja sebagai admin judi online. Sempat menolak, tapi korban dipaksa dan diancam.

Bahkan saat itu korban mengaku sempat meminta bantuan perwakilan pemerintah Indonesia di Kamboja, sayangnya tak ada perhatian.

Tak menyerah, korban mencoba lagi tapi justru ditahan di Imigrasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.