Konvoi Pesilat di Jombang Berujung Ricuh, Puluhan Pemuda Diburu Polisi

oleh -153 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 07 at 1.22.05 PM
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan (ist)

KabarBaik.co, Jombang— Polisi masih mendalami insiden kericuhan yang dipicu konvoi perguruan silat di sejumlah titik di Jombang, Minggu (4/4). Sejumlah orang telah diamankan, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan peristiwa bermula dari kegiatan halal bihalal yang digelar perguruan PSHT di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh. Kegiatan tersebut seharusnya hanya diikuti anggota tingkat ranting setempat.

Namun, setelah acara berakhir sekitar pukul 16.00 WIB, muncul iring-iringan konvoi menuju pusat kota. Dalam perjalanan, peserta membawa dan mengibarkan atribut perguruan masing-masing.

“Para penggembira ini mengibarkan atributnya masing-masing. Hal itu kemudian memicu peristiwa lain, termasuk bentrokan dengan perguruan silat lain,” ujar Dimas, Selasa (7/4).

Bentrokan terjadi dengan kelompok dari perguruan Kera Sakti. Polisi mencatat sedikitnya dua lokasi kejadian, yakni di wilayah Mojosongo dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek.

“Di kedua lokasi terdapat korban dari masing-masing perguruan, baik dari PSHT maupun Kera Sakti,” kata dia.

Polisi telah menerima laporan dari para korban dan kini mengidentifikasi pelaku melalui rekaman video yang beredar. Dari hasil penyelidikan sementara, lebih dari 30 orang telah teridentifikasi.

“Beberapa sudah kami amankan beserta kendaraan dan atribut yang digunakan. Sisanya akan kami jemput untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Selain itu, polisi juga akan menindak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan peserta konvoi. Seluruh kendaraan yang terlibat akan dikenai sanksi tilang karena dinilai mengganggu ketertiban dan tidak memenuhi kelengkapan berkendara.

Dimas menegaskan, penanganan kasus ini membutuhkan peran bersama, tidak hanya dari kepolisian, tetapi juga pemerintah daerah dan pengurus perguruan silat.

“Perguruan silat seharusnya menjadi wadah pembinaan, bukan ajang unjuk kekuatan yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Ia memastikan, aparat akan menindak tegas siapa pun yang terbukti mengganggu ketertiban umum demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.