KabarBaik.co – Final cabang olahraga (cabor) futsal putra di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim mempertemukan tim Kota Surabaya dengan Kota Malang. Pertandingan yang berlangsung di Graha Politeknik Negeri kota Malang (Polinema) pada Jumat (27/7) sore itu berakhir sementara dengan keunggulan Kota Surabaya dengan skor 2-0.
Sejak menit awal pertandingan, permainan kedua tim berlangsung seru karena sama-sama berambisi menjadi juara. Sayangnya, sorak sorai rasis penonton Kota Malang untuk Kota Surabaya membuat penonton yang lain tersulut emosi. Akhirnya beberapa penonton mulai melempari botol mineral ke arah lapangan.
Petugas gabungan dan pihak panitia akhirnya memutuskan menunda pertandingan demi keamanan dan keselamatan bersama. Ketua Asosisasi Futsal Provinsi (ASP) Jawa timur, Arief Anton Sujarwo, memberi pernyataan tentang keputusan pertandingan.
”Apabila ada kerusuhan maka pertandingan akan dihentikan selama 2×10 menit. Situasi belum memungkinkan untuk dilanjutkan dan pertandingan harus ditunda,” ujarnya saat ditemui di Graha Polinema, Sabtu (28/6).
Arief mengungkapkan bahwa pihaknya akan berdiskusi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa timur dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang. “Kita koordinasikan rencana kelanjutan final futsal dimana nantinya, karena Graha Polinema hari ini (28/6) akan digunakan cabor ju jitsu,” jelasnya.
Sementara itu, Liaison Officer Futsal Putra Porprov IX Jawa Timur, Ikhwan Rossandy, memberi tanggapan mengenai pertandingan yang harus dihentikan. “Demi keamanan hingga dilanjutkan pertadingan lagi pastinya tanpa penonton, tapi kita belum tahu pastinya kapan akan dilanjutkan,” pungkasnya. (*)







