Lantik 55 Pejabat, Mentan Amran Tekankan Meritokrasi dan Percepatan Produksi Pertanian

oleh -59 Dilihat
f78ac55c 7aee 4e24 b429 a52975e12500
Mentan Andi Amran Sulaiman saat melantik 55 pejabat. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (6/2). Pelantikan yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, ini menegaskan komitmen penerapan sistem meritokrasi berbasis kinerja sekaligus percepatan program strategis sektor pertanian.

Amran menyebut mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berbasis kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi birokrasi Kementan yang sejalan dengan perhatian besar Presiden terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” kata Mentan Amran.

Dalam arahannya, Amran menitipkan sejumlah agenda strategis yang harus dikawal ketat oleh para pejabat yang baru dilantik. Agenda tersebut antara lain penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, serta penguatan hilirisasi pertanian.

Ia juga menekankan pentingnya pelaporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang dievaluasi secara disiplin dan berkelanjutan.

“PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani sampai ke pelosok,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran menyoroti capaian sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, Indonesia mencatat lompatan kinerja pertanian, mulai dari perbaikan tata kelola keuangan Kementan dari opini WDP menjadi WTP, peningkatan produksi, hingga kontribusi Indonesia dalam menurunkan harga beras dunia.

“Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia. Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras kita semua,” katanya.

Ke depan, Amran menargetkan capaian yang lebih ambisius, di antaranya ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang benar-benar berjalan di lapangan. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga integritas, terutama dalam penyaluran bantuan dan distribusi alat dan mesin pertanian.

“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” tegasnya.

Menutup arahannya, Mentan Amran mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani di seluruh daerah.

“Ayo kita bekerja lebih baik dari hari kemarin. Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.