KabarBaik.co – Malang Raya menjadi tempat wisata paling menarik di Jawa Timur. Terdapat banyak wisata alam yang menakjubkan dan siap menyuguhkan keindahan bagi para pengunjung.
Dengan panorama yang menawan dan beragam tempat wisata, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, memiliki jalan yang cukup menantang karena terletak di daerah pegunungan.
Jalan-jalan di area ini didominasi oleh rute yang penuh tanjakan dan turunan yang curam. Tiga wilayah ini langsung berada di dekat Gunung Arjuno dan Semeru. Rute tersebut berisiko terjadi longsor, kerusakan, dan licin yang bisa membahayakan jika diabaikan. Oleh karena itu, para wisatawan disarankan untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
Berikut lima jalan di Malang Raya yang sebaiknya dihindari:
- Jalur Purwodadi-Pandaan
Purwodadi-Pandaan adalah jalur utama yang sering mengalami kemacetan dan masuk dalam kategori rute berbahaya di Kabupaten Malang. Banyak pengendara yang pernah mengalami kecelakaan di area ini, hingga jalur ini dikenal sebagai jalur maut karena sering membawa korban.
Selain memiliki tanjakan dan turunan, jalan ini juga dilalui oleh kendaraan besar seperti bus dan truk, sehingga membuatnya menjadi jalur cepat. Banyak pengemudi memacu kendaraan mereka di jalur ini, dan lebih berbahaya lagi, kondisinya yang bergelombang dan banyak lubang.
- Jalur jurang Klampok atau Jurang Mayit
Jalur ini memiliki karakteristik mirip dengan jalur curam lainnya di daerah Bantur, Malang selatan yang terdapat tikungan sempit dan tajam. Tikungan di sini tidak hanya sempit, tetapi juga curam karena berbatasan langsung dengan jurang.
Namun, jalur ini sekarang telah memiliki jembatan penghubung yang dibuka pada tahun 2022 dan dinamai jalur pelangi, sehingga nuansa menakutkan dapat berkurang sedikit. Meski demikian, tetap banyak kendaraan yang terperosok saat melewati jalur berbahaya ini.
- Jalur Cangar
Jalur ini merupakan rute yang terkenal curam dan terjal, khususnya bagi para pengendara motor. Banyak pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan karena melewati jalur berbahaya ini. Kebanyakan insiden melibatkan motor yang mengalami rem blong ketika melaju dari Batu menuju Mojokerto.
Selain tanjakan yang curam dan kelokan tajam, jalur ini juga sangat gelap pada malam hari, sehingga pengendara perlu berhati-hati saat melalui rute ini.
- Jalur Payung
Jalur Payung yang menghubungkan Kota Batu dan Pujon di Kabupaten Malang, dikenal memiliki jalan ekstrem yang bisa membuat nyali ciut. Jalannya terkenal sempit dengan tanjakan curam, berada di antara tebing dan jurang. Pada malam hari, penerangan sangat minim, membuat banyak kecelakaan terjadi pada pengendara yang melintasi jalan Batu-Pujon.
Jalur ini juga pernah terkena longsor yang menutup jalan, sehingga sangat rawan saat dilalui, terutama di musim hujan, dan permukaannya yang licin membuat pengendara perlu lebih waspada. Meskipun berbahaya, jalur yang ekstrem ini tetap ramai dilalui berbagai jenis kendaraan setiap harinya.
- Jalur Klemuk
Selain jalur Payung, jalur Klemuk juga berfungsi sebagai alternatif penghubung antara Kota Batu dan Pujon di Kabupaten Malang. Jalur ini juga memiliki tanjakan yang curam dan sering kali mengakibatkan kecelakaan.
Banyak pengemudi mengalami kecelakaan akibat rem yang tidak berfungsi di tanjakan dan turunan yang curam. Meskipun sering mengakibatkan korban, rute ini tetap menjadi pilihan utama bagi pengendara dari Batu yang ingin menuju Pujon.
Selain lebih cepat, kondisi jalan Klemuk memang sedikit lebih baik dibandingkan rute Payung. Hal ini membuat pengemudi lebih cenderung memilih jalan ini untuk mencapai tujuannya. Untungnya, saat ini jalur Klemuk tidak lagi dilalui oleh truk dan bus, melainkan sekarang hanya diperbolehkan untuk pengendara sepeda motor dan mobil kecil saja. (*)









