Lumpur Masih Menutup Akses Dekat Kampus Unand, Pemerintah Fokus Pembersihan dan Mitigasi Susulan

oleh -345 Dilihat
IMG 20251201 WA0008
Kondisi terkini di kawasan sekitar Universitas Andalas (Unand), Kecamatan Pauh, Kota Padang

KabarBaik.co – Kondisi terkini di kawasan sekitar Universitas Andalas (Unand), Kecamatan Pauh, Kota Padang masih menunjukkan dampak serius pascabanjir bandang (galodo) yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (28/11) dini hari.

Meski air telah surut, tumpukan lumpur tebal, material kayu, dan bebatuan masih menutupi sejumlah ruas jalan dan permukiman warga.

Hujan yang kembali turun pada Sabtu pagi membuat proses pembersihan berjalan lambat. Alat berat milik BPBD dan Dinas PUPR diturunkan ke beberapa titik untuk mempercepat pengerukan material, terutama di jalur utama Pasar Baru-Unand, namun mobilitasnya terbatas akibat kondisi jalan yang licin.

“Kami masih fokus pada pembersihan lumpur dan pembukaan akses. Prioritas kami adalah memastikan jalur utama bisa kembali aman dilalui,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang saat ditemui di lokasi pembersihan.

Sejumlah kos mahasiswa di sekitar Pasar Baru dan Kapalo Koto termasuk yang terdampak paling berat. Beberapa mahasiswa mengaku belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka karena akses gang masih tertutup lumpur dan puing.

“Ada kos yang terendam hingga se-pinggang. Sekarang yang tersisa itu lumpur tebal di dalam kamar. Banyak mahasiswa memilih bertahan di masjid sejak malam kejadian,” kata seorang relawan evakuasi mahasiswa Unand.

Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa perangkat daerah terus bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat bantuan.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Tim gabungan sudah kami turunkan untuk membantu evakuasi, pembersihan, hingga distribusi bantuan. Kami mengimbau warga tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan lebat,” ujar Fadly saat ditemui di rumah dinasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa ruas mulai bisa dilintasi kendaraan, namun dalam kondisi terbatas. Jalan Mohammad Hatta—jalur vital menuju kampus Unand—masih berlumpur dan licin sehingga warga diimbau mengurangi mobilitas.

Sementara itu, sejumlah jembatan kecil di sekitar aliran sungai tampak mengalami kerusakan struktural. Beberapa fasilitas umum, termasuk mushala dan pos ronda, juga dilaporkan rusak akibat hantaman arus banjir bandang.

“Kami masih mendata kerusakan rumah dan infrastruktur. Pemulihan akan membutuhkan waktu, terutama pada daerah-daerah yang tertutup material berat,” tambahnya.

Sejak Sabtu pagi, warga setempat bersama aparat dan relawan terlihat menggelar gotong royong massal untuk membersihkan lumpur dan material dari halaman rumah hingga badan jalan.

“Kami bekerja bergiliran. Kalau hujan turun lagi, kami diminta menjauh dari bantaran sungai karena dikhawatirkan ada galodo susulan,” kata salah satu warga masyarakat Pauh di lokasi.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dekat sungai dan segera melapor jika melihat tanda-tanda peningkatan debit air.

Dengan kondisi hujan yang masih berlangsung dan tebalnya endapan lumpur di beberapa titik, proses normalisasi diperkirakan memakan waktu beberapa hari hingga minggu mendatang. Tim gabungan akan terus melakukan pembersihan dan memperbaiki akses vital bagi warga maupun mahasiswa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: R. Hari
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.