Mager Jadi Ancaman Serius, Dokter Ungkap Nyeri Sendi Kini Mengintai Usia Produktif

oleh -110 Dilihat
IMG 20260125 WA0008
Dokter Spesialis Ortopedi RS Premier Surabaya, dr. Faesal Abdarrab Maodah, Sp.OT, Subsp. P.L (K). (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Kebiasaan duduk terlalu lama, minim olahraga, serta pola hidup serba instan diam-diam menjadi “musuh” baru bagi kesehatan tulang dan sendi. Gaya hidup malas gerak atau mager tak lagi hanya identik dengan lansia. Kini, keluhan nyeri sendi hingga pengapuran mulai banyak dialami mereka yang masih berada di usia produktif.

Dokter Spesialis Ortopedi RS Premier Surabaya, dr. Faesal Abdarrab Maodah, Sp.OT, Subsp. P.L (K), mengungkapkan bahwa kurangnya aktivitas fisik yang disertai obesitas menjadi pemicu utama gangguan sendi bersifat kronis. Tak sedikit pasien datang dengan keluhan nyeri pada lutut, pinggul, hingga pergelangan, meski usia mereka relatif muda. “Sendi itu butuh gerak supaya tetap sehat. Kalau jarang dipakai, justru cepat rusak,” ujar dr. Faesal, Minggu (25/1).

Berbeda dengan jaringan tubuh lainnya, tulang rawan pada sendi tidak memiliki pembuluh darah. Satu-satunya cara untuk memperoleh nutrisi adalah melalui cairan sendi yang bergerak saat tubuh aktif. Ketika aktivitas fisik minim, proses alami ini pun terhambat. “Tanpa gerakan, tulang rawan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Akibatnya, sendi mengalami penuaan dini, degenerasi, dan memicu nyeri berkepanjangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, otot dan ligamen yang jarang digunakan akan melemah. Kondisi ini membuat sendi kehilangan stabilitas alaminya dan meningkatkan risiko cedera, bahkan saat melakukan aktivitas ringan.
“Orang yang jarang bergerak, ototnya mengecil. Sedikit terpeleset saja bisa berakibat cedera serius karena sendinya tidak stabil,” tambahnya.

Gaya hidup pasif kerap berjalan seiring dengan peningkatan berat badan. Beban berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi penopang tubuh, terutama lutut dan panggul. Tekanan inilah yang mempercepat terjadinya pengapuran sendi atau osteoartritis. “Lutut adalah penyangga utama berat badan. Kalau bebannya berlebihan, proses ausnya jauh lebih cepat. Sekarang tidak heran jika pasien osteoartritis datang di usia 30–40 tahun,” ungkap dr. Faesal.

Selain sendi, tulang juga terancam mengalami osteoporosis. Minimnya aktivitas fisik membuat keseimbangan antara pembentukan dan perusakan tulang terganggu, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Meski aktivitas fisik sangat dianjurkan, dr. Faesal mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan. Olahraga yang dilakukan secara berlebihan tanpa persiapan dan pemanasan yang memadai justru berisiko menimbulkan cedera, peradangan sendi, hingga patah tulang halus akibat kelelahan. “Olahraga itu harus seimbang. Terlalu malas tidak baik, tapi terlalu memaksakan diri juga bisa merusak,” tegasnya.

Menjawab meningkatnya kasus gangguan tulang dan sendi, RS Premier Surabaya menghadirkan layanan ortopedi komprehensif dengan konsep One Stop Service. Layanan ini mencakup penanganan cedera akut seperti patah tulang dan cedera ligamen, hingga penyakit degeneratif seperti pengapuran sendi.

Dr. Faesal menekankan bahwa tindakan operasi bukanlah pilihan utama. Sebagian besar pasien ditangani melalui metode konservatif secara bertahap, mulai dari pemberian obat, fisioterapi, latihan penguatan otot, hingga penyuntikan cairan sendi. “Kami selalu mengutamakan penanganan tanpa operasi. Tindakan bedah dilakukan jika keluhan sudah sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Didukung fasilitas rehabilitasi medik yang lengkap, pendekatan menyeluruh ini bertujuan membantu pasien kembali bergerak normal dan aman, baik setelah cedera maupun pasca-operasi. Lebih dari itu, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bergerak aktif sejak dini merupakan investasi penting untuk kualitas hidup di masa depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.