KabarBaik.co – Industri pariwisata Malaysia terus berinovasi dalam menjaring wisatawan mancanegara, terutama dari Indonesia yang menjadi pasar terbesar kedua setelah Singapura. Menargetkan 4,7 juta kunjungan wisatawan Indonesia pada 2025, Malaysia kini mengarahkan strategi promosinya ke kota-kota kedua atau pinggiran, yang selama ini belum tersentuh kampanye pariwisata secara masif.
Salah satu upaya konkret terlihat dalam pelaksanaan Travel4all Mampir Malaysia Roadshow yang berlangsung pada 7–11 Juli 2025. Digelar oleh Travel4all Indonesia—agen perjalanan yang ditunjuk resmi oleh otoritas pariwisata Malaysia—roadshow ini menyambangi lima kota strategis: Malang, Sidoarjo, Semarang, Cirebon, dan Tangerang. Pada Selasa (8/7), rangkaian acara berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur.
CEO Travel4all Indonesia, Ade Azri Reza, mengatakan bahwa pemilihan kota-kota tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi pasar yang belum tergarap secara optimal.
“Wilayah-wilayah ini dekat dengan bandara, ekonominya tumbuh pesat, dan masyarakatnya punya minat tinggi untuk berwisata ke luar negeri. Tapi selama ini kurang mendapat perhatian dalam promosi wisata internasional,” ujarnya.
Ade menyebutkan bahwa tahun lalu sebanyak 4,3 juta warga Indonesia berkunjung ke Malaysia. Tahun ini, hingga pertengahan 2025, jumlahnya telah mendekati 3 juta, dan ditargetkan mencapai 4,7 juta sebelum akhir tahun.
“Untuk tahun depan, kami menargetkan hampir 5 juta wisatawan Indonesia,” tambahnya optimistis.
Melalui roadshow ini, Travel4all menjalin kerja sama dengan sekitar 70 agen perjalanan lokal di setiap kota untuk memperluas jaringan promosi dan edukasi wisata. Travel4all juga memperkenalkan platform pemesanan digital yang terintegrasi dengan situs resmi Tourism Malaysia. Setiap pemesanan paket wisata melalui platform tersebut akan mendapatkan subsidi langsung sebesar Rp100 ribu.
“Semua layanan tersedia 24 jam secara daring. Minimal empat orang sudah bisa berangkat tanpa harus menunggu kuota open trip. Pembayaran pun fleksibel—bisa melalui debit, kartu kredit, GoPay, ShopeePay—dan semuanya resmi serta diawasi oleh OJK,” jelas Ade.
Paket wisata yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari liburan reguler 4–5 hari, wisata medis (medical check-up), program edukasi (study tour), hingga wisata alam. Beberapa destinasi unggulan termasuk Langkawi, Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur, dan Legoland.
Salah satu bintang utama dalam promosi kali ini adalah Langkawi, pulau tropis yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark sejak 2007. Executive Business Development & Marketing dari Langkawi SkyCab (MoCCD), Ramdzan bin Rahmat, menyebut bahwa kesadaran wisatawan Indonesia terhadap Langkawi masih rendah.
“Dari seluruh peserta roadshow hari ini, hanya empat orang yang pernah mengunjungi Langkawi. Padahal, pulau ini menawarkan keindahan dan fasilitas kelas dunia,” ujarnya.
Langkawi memiliki luas sekitar 478 km² dengan 99 pulau kecil di sekitarnya. Salah satu ikon utamanya adalah SkyCab, kereta gantung sepanjang 2,2 km yang disebut sebagai yang paling curam di dunia, serta SkyBridge, jembatan gantung sepanjang 125 meter di ketinggian 650 meter dari permukaan laut.
“Langkawi juga pulau bebas cukai. Banyak wisatawan datang untuk belanja parfum, cokelat, dan produk bermerek dengan harga lebih murah,” tambah Ramdzan.
Untuk semakin menarik wisatawan, sejumlah atraksi baru turut diperkenalkan seperti Jembatan Kaca, Eagle Nest Skywalk, dan mini zoo, yang ditujukan untuk keluarga dan generasi muda.
Dukungan juga datang dari Langsura Geopark, penyedia layanan wisata dan akomodasi di Langkawi. General Manager Langsura, Mohamad Zuhri, mengatakan bahwa mereka fokus membangun kerja sama B2B dengan agen perjalanan Indonesia dalam roadshow ini.
“Kami menawarkan harga spesial dan sistem komisi yang memudahkan agen lokal menjual paket wisata Langkawi. Jarak dari Surabaya ke Langkawi hanya sekitar 7 jam penerbangan. Ini sangat potensial,” jelasnya.
Menurut Zuhri, pilihan akomodasi di Langkawi juga sangat beragam, mulai dari homestay hingga hotel bintang lima. Pihaknya menargetkan menjalin kemitraan dengan 5–10 agen perjalanan dalam kegiatan promosi kali ini.
Dari sisi transportasi, Malaysia Airlines turut mendukung dengan menambah frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Malaysia. Perwakilan maskapai, Lirus Rasad, menyebutkan saat ini tersedia dua penerbangan per hari.
“Kebanyakan penumpang kami adalah wisatawan. Kami menawarkan layanan yang nyaman, bagasi besar, dan harga bersaing. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Malaysia,” katanya.
Dengan pendekatan baru yang menyasar kota-kota kedua di Indonesia, Malaysia menunjukkan keseriusannya dalam memperluas pasar dan tak lagi hanya mengandalkan destinasi utama seperti Kuala Lumpur. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, agen perjalanan, dan maskapai menjadi kunci dalam menjaring lebih banyak wisatawan dari Tanah Air.