KabarBaik.co, Jombang– Warga Desa Turipinggir, Megaluh, Jombang dikagetkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di saluran induk mrican aliran sekunder turi, Minggu (12/4) siang.
Korban yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu ditemukan dalam kondisi tengkurap dan tersangkut di cor pembatas sungai. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana dalam.
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang petani setempat. Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, mengatakan posisi korban tersangkut di aliran sungai saat ditemukan warga.
“Ditemukan petani, posisinya tersangkut di sungai,” ujarnya.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan hasil penelusuran awal menunjukkan tidak ada warga sekitar yang mengenali korban.
“Hasil pulbaket sementara, bukan warga Megaluh maupun Turipinggir, bahkan diduga bukan warga Jombang,” kata Ardi, dalam keterangannya Minggu sore.
Polisi menduga korban kemungkinan berasal dari luar daerah. Hal itu mengingat panjangnya aliran Saluran Induk Mrican Kanan yang terhubung hingga wilayah Kediri, sehingga memungkinkan jasad terbawa arus dari lokasi lain.
Selain itu, kondisi debit air yang sempat tinggi sejak malam hingga pagi hari juga diduga menjadi faktor jasad korban terbawa arus sebelum akhirnya tersangkut di balok beton.
“Air sempat tinggi, kemudian menyusut, korban tersangkut di balok beton,” jelasnya.
Saat proses evakuasi, petugas juga menemukan adanya luka pada tubuh korban. Namun, penyebab luka tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini, polisi terus melakukan upaya identifikasi, termasuk menelusuri laporan orang hilang di sejumlah daerah.
“Kami akan berupaya maksimal mengungkap identitas korban,” tegas Ardi. (*)





