Menebak Takhta Paruh Musim, Asa Peluang Kejutan Persebaya Surabaya

oleh -96 Dilihat
PERSIB BANDUNG
Persib Bandung menjadi juara Liga 1 musim 2024/2025

KabarBaik.co- Persaingan menuju gelar juara paruh musim BRI Super League 2025/2026 mencapai klimaksnya. Hanya menyisakan satu laga lagi di pekan ke-17. Tiga tim teratas, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung, masih sama-sama membuka peluang menutup putaran pertama di puncak klasemen. Jarak poin yang tipis membuat pekan terakhir bukan sekadar formalitas, melainkan panggung drama penentuan.

Borneo FC datang ke laga terakhir dengan posisi paling menguntungkan. Pesut Etam sementara memimpin klasemen dengan 37 poin dan dijadwalkan melakoni pertandingan pamungkas paruh musim melawan Persita Tangerang pada Sabtu (11/1). Konsistensi menjadi kekuatan utama Borneo FC musim ini. Kolektivitas permainan, transisi cepat dari lini tengah, serta pertahanan yang relatif disiplin membuat mereka jarang terpeleset, terutama saat menghadapi tim papan tengah.

Dengan kondisi tersebut, Borneo FC hanya perlu kemenangan untuk memastikan diri sebagai juara paruh musim tanpa bergantung pada hasil laga lain. Melihat performa terkini dan kedalaman skuad, Borneo FC diprediksi mampu mengendalikan pertandingan dan menang tipis 2-1 atau draw atas Persita

Namun di saat yang sama, sorotan utama publik bola juga tertuju pada laga besar yang mempertemukan dua rival klasik. Persija Jakarta dan Persib Bandung, yang sama-sama mengoleksi 35 poin, akan saling berhadapan pada Minggu (12/1). Laga ini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga peluang terakhir menyalip Borneo FC di puncak klasemen.

Persija tampil dengan lini serang agresif sepanjang paruh musim. Kecepatan sayap dan keberanian bermain terbuka membuat Macan Kemayoran kerap mencetak gol lebih dulu. Meski demikian, ketergantungan pada intensitas tinggi kerap menyisakan celah di lini belakang, terutama saat menghadapi lawan dengan serangan balik cepat.

Di sisi lain, Persib Bandung mengandalkan keseimbangan permainan dan pengalaman bertanding di laga besar. Maung Bandung cenderung lebih sabar membangun serangan, dengan organisasi pertahanan yang rapi dan disiplin. Mental bertanding di laga bertekanan tinggi menjadi salah satu keunggulan Persib dalam duel klasik seperti ini.

Pertemuan Persija dan Persib diprediksi berlangsung ketat dan keras sejak menit awal. Dengan tensi tinggi serta kehati-hatian kedua tim, laga ini diperkirakan berakhir imbang 1-1, hasil yang membuat keduanya harus berharap pada terpelesetnya Borneo FC untuk mengubah peta juara paruh musim. Jika skenario tersebut terjadi—Borneo FC menang atas Persita dan Persija kontra Persib berakhir seri—maka Pesut Etam akan sah menyandang status juara paruh musim BRI Super League 2025/2026.

Baca juga: Dari Tradisi Beton ke Single Seat: Sabtu Ini, Buat Sang Mantan Gemetar di Stadion GBT

Di luar persaingan tiga besar, perhatian juga mengarah ke Persebaya Surabaya yang menutup paruh musim pertama di luar papan elite. Bajul Ijo berada dalam posisi tanggung, Tidak terlalu jauh dari zona atas, namun cukup tertinggal untuk membuat paruh musim kedua menjadi krusial. Dengan jarak poin yang masih bisa dikejar, Persebaya tertantang melakukan akselerasi sejak awal putaran kedua jika ingin kembali bersaing di jalur juara atau setidaknya mengamankan posisi papan atas.

Harapan itu kini berada di tangan pelatih anyar Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut datang dengan reputasi membangun tim yang disiplin, agresif dalam pressing, dan kuat secara organisasi. Tantangan terbesar Tavares adalah memperbaiki inkonsistensi permainan Persebaya, terutama dalam menjaga tempo dan efektivitas penyelesaian akhir. Materi pemain yang relatif kompetitif memberi ruang bagi sang pelatih untuk segera menerapkan identitas permainannya tanpa perlu adaptasi terlalu lama.

Lebih dari sekadar kembali ke papan atas, paruh musim kedua juga menjadi momentum bagi Persebaya untuk memperbaiki pencapaian musim lalu yang berakhir di peringkat keempat. Dengan masih tersisanya setengah musim dan jarak poin yang belum terlampau jauh dari papan elite, peluang Persebaya untuk setidaknya menyamai—bahkan melampaui—posisi tersebut tetap terbuka. Kunci perbaikan ada pada stabilitas, terutama dalam mengamankan poin dari tim papan tengah dan bawah.

Soal peluang juara, Persebaya memang belum berada di posisi ideal. Secara realistis, Bajul Ijo saat ini masih berada di lapisan pengejar, bukan kandidat utama. Namun perubahan di paruh musim kedua bisa membuka skenario kejutan. Jika Bernardo Tavares mampu membawa Persebaya stabil meraih kemenangan beruntun, sementara tim-tim papan atas saling menghabiskan poin, celah dalam perburuan gelar bisa saja terbuka.

Baca Juga: Menuju Samba Nusantara

Peluang juara Persebaya saat ini lebih tepat disebut sebagai peluang kejutan. Target rasional adalah menembus papan elite lebih dulu dan menjaga jarak agar tetap berada dalam perburuan hingga fase akhir musim. Jika itu tercapai, tekanan justru bisa beralih ke tim-tim unggulan. Paruh musim kedua pun menjadi ujian sesungguhnya—apakah Persebaya hanya membangun fondasi, atau mampu menciptakan kejutan besar dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.