KabarBaik.co – Sejumlah pengojek sampan menggantungkan penghidupan dari aktivitas antar-jemput anak buah kapal (ABK) di Pantai Meneng, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Profesi ini tumbuh seiring banyaknya kapal motor pencari ikan yang singgah di perairan tersebut dalam perjalanan melaut jarak jauh.
Pantai Meneng menjadi salah satu lokasi persinggahan kapal-kapal pencari ikan yang mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Kapal-kapal tersebut biasanya berlabuh di perairan sekitar 200 meter dari garis pantai selama beberapa hari hingga pekan untuk beristirahat. Setiap kapal rata-rata membawa sekitar 20 orang ABK yang sebagian besar menghabiskan waktu di atas kapal.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para ABK kerap meminta diantar ke daratan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan Sunaryo, 60 tahun, warga setempat yang telah puluhan tahun bekerja sebagai ojek sampan.
Setiap hari, ia mengantar puluhan ABK dari kapal ke daratan maupun sebaliknya menggunakan sampan bermesin miliknya.
“Satu kali antar tarifnya Rp 10 ribu per orang. Kalau pulang-pergi Rp 20 ribu,” ujar Sunaryo.
Dalam sehari, Sunaryo bisa memperoleh pendapatan antara Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung jumlah kapal yang bersandar. Ia mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB hingga 16.00 WIB. Saat kondisi ramai, konsumsi bahan bakar sampannya bisa mencapai tiga botol pertalite per hari.
Sunaryo mengaku telah menjalani pekerjaan tersebut sejak usia 15 tahun. Ia belajar mengemudikan sampan dari ayahnya dan hingga kini menggantungkan kebutuhan keluarga dari hasil mengojek di laut.
Selain Sunaryo, ada pula Fikri Firdaus Putra Handata, 24 tahun, pengojek sampan lain yang telah menekuni profesi ini sejak berusia 16 tahun. Setiap hari, Fikri melayani antar-jemput ABK dengan sampan yang bukan miliknya. Penghasilan yang diperoleh kemudian dibagi dengan pemilik sampan.
“Setiap hari pasti ada yang diantar jemput. Pekerjaan saya memang mengantar ABK kapal,” kata Fikri.
Di Pantai Meneng, terdapat sekitar delapan sampan yang beroperasi khusus melayani antar-jemput ABK kapal. Para pengojek sampan ini tidak melayani pemancing dan hanya fokus pada pengantaran awak kapal yang bersandar di perairan sekitar pantai.






