KabarBaik.co, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi pangan nasional tidak boleh kendor di tengah ancaman perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Percepatan Koordinasi Penyelesaian CSR (Cetak Sawah Rakyat) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (25/2).
Dalam arahannya, Mentan Amran menekankan bahwa percepatan cetak sawah menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Pemerintah menetapkan target cetak sawah nasional tahun 2025 sebesar 225 ribu hektare. Dari target tersebut, sekitar 110 ribu hektare dalam proses penyelesaian dan saat ini menjadi fokus percepatan. Adapun target tahun 2026 kembali ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare guna memperkuat fondasi produksi nasional secara berkelanjutan.
Penyelesaian 110 ribu hektare yang merupakan bagian dari target 2025 tersebut tersebar di 19 provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara, Papua, NTT, dan Papua Pegunungan.
“Kita tidak boleh kendor, tidak boleh lengah. Kondisi iklim dunia tidak menentu. Tiba-tiba banjir, tiba-tiba kering, tiba-tiba El Nino. Diprediksi tahun depan terjadi El Nino, jadi kita harus kerja keras tahun ini,” tegas Mentan.
Ia mengingatkan pengalaman krisis pangan global saat El Nino 2023–2024, ketika 22 negara menghentikan ekspor berasnya. Menurutnya, bagi Indonesia sebagai negara berpenduduk besar, ketersediaan pangan adalah harga mati.
“Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Tidak ada satu negara pun mampu bertahan jika pangannya terganggu,” ujarnya.
Mentan menjelaskan bahwa keterlibatan TNI, termasuk Babinsa, merupakan bentuk kolaborasi strategis nasional dalam menghadapi kondisi iklim ekstrem. Dalam situasi genting, seluruh elemen bangsa wajib turun tangan untuk memastikan produksi tetap terjaga.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan salam hormat kepada seluruh Babinsa yang telah mendampingi petani dan mengawal percepatan cetak sawah di berbagai daerah. Peran Babinsa dinilai sangat penting dalam memastikan konstruksi berjalan tepat waktu serta mendorong percepatan tanam.
“Salam hormat untuk Babinsa yang ikut menyukseskan swasembada pangan. Ini kontribusi nyata untuk negara,” ucapnya.
Mentan menambahkan bahwa stok beras nasional tercatat saat ini telah mencapai 3,5 juta ton. Target berikutnya adalah mendorong ekspor beras pada tahun ini.
Ia juga menegaskan bahwa arahan Presiden menempatkan swasembada pangan sebagai fokus utama pembangunan nasional. Capaian tersebut bahkan telah disampaikan Presiden di hadapan para kepala negara dunia sebagai bukti keberhasilan kolaborasi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan.
Melalui percepatan penyelesaian target 2025 dan penyiapan target 2026, Kementan optimistis fondasi produksi nasional semakin kokoh. Sinergi lintas sektor bersama TNI dan Babinsa menjadi kunci menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa di tengah dinamika iklim global.(*)







