Menu MBG di Awal Ramadan Dikeluhkan Wali Murid, Komisi C DPRD Bojonegoro Turun Tangan

oleh -61 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 24 at 10.48.07 AM
Ahmad Suprianto saat memimpin rapat di ruang komisi C DPRD Bojonegoro

KabarBaik.co, Bojonegoro – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal Ramadan di Bojonegoro menjadi perhatian serius dari sejumlah kalangan. Sejumlah wali murid mengeluhkan menu yang dinilai kurang layak, baik dari segi kualitas maupun mutu gizi. Keluhan tersebut langsung mendapat perhatian dari Komisi C DPRD Bojonegoro.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengaku menyayangkan jika menu yang disajikan di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar tidak sesuai standar. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, pihaknya berencana segera memanggil para kepala SPPG se-Kabupaten Bojonegoro.

“Kita akan segera lakukan klarifikasi ke para kepala SPPG untuk mengetahui secara pasti alasan mereka memberikan menu di hari pertama penyaluran MBG di bulan Ramadan ini,” ujar Supriyanto, Selasa (24/2).

Pria yang akrab disapa Mas Pri itu menjelaskan bahwa anggaran setiap porsi MBG berbeda, tergantung kategori penerima manfaat. Namun ia memastikan, total anggaran per porsi tidak lebih dari Rp 15 ribu.

“Setiap menu memiliki kriteria masing-masing dan tidak seharga Rp 15 ribu. Untuk menu kecil harganya Rp 8 ribu, menu besar Rp 10 ribu, sementara Rp 5 ribu sisanya untuk operasional SPPG,” terang Mas Pri yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Bojonegoro.

Sementara itu, Koordinator SPPG Bojonegoro Tomi Mandala Putra menyampaikan permohonan maaf atas menu yang dibagikan pada hari pertama Ramadan. Ia mengakui adanya kekurangan dalam mutu makanan yang disalurkan.

“Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat apabila dalam pelayanan MBG ada menu yang dinilai tidak sesuai mutu gizi yang diterima. Ke depan, untuk menu MBG selama Ramadan akan kami lakukan perbaikan dengan pengawasan mutu gizi sesuai standar yang ada,” ujar Tomi.

Saat ditanya terkait nilai gizi menu yang dikeluhkan wali murid, Tomi juga mengakui bahwa kualitasnya memang belum sesuai standar.

“Memang untuk mutunya tidak sesuai dan perlu ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.