Misteri Lagu Keras Kepala, Ini Analisa Motif Pembunuhan Perempuan Berparas Cantik Asal Kediri

oleh -53 Dilihat
ANYK
Anyk Mariyanni semasa hidup (Foto IST)

KabarBaik.co- Polisi masih terus memburu terduga pelaku pembunuhan Anyk Mariyanni, 36 tahun, asal Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kediri. Ibu cantik tiga anak yang ditemukan tewas di Tahura Raden Soerjo, kawasan Pacet, Mojokerto, Jumat (13/9) lalu. Polisi disebut-sebut sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Karena itu, tampaknya tinggal menunggu waktu saja.

Meski saat jenazah Anyk ditemukan tanpa identitas, namun polisi tidak sulit untuk mengungkapnya. Sebab, untuk kepentingan identifikasi, Kepolisian sudah memiliki aplikasi dan alat canggih. Di antaranya, Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (MAMBIS). Dengan bantuan teknologi itu, hanya dalam hitungan detik, data-data pribadi korban langsung terkuak.

Penggunaan MAMBIS cukup sederhana. Berbasis sidik jari dan iris. Selama pemilik sidik jari sudah pernah melakukan perekaman data e-KTP, maka data dirinya sudah terekam. Sebab, MAMBIS terhubung dengan database administrasi kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Selain sidik jari, perangkat canggih itu juga dapat memindai retina mata.

Untuk kepentingan identifikasi, Polri juga telah memiliki aplikasi AK23 yang baru beberapa tahun lalu diluncurkan. Aplikasi ini digunakan untuk mencari jejak sidik jari yang sudah direkam serta mencari identitas orang yang tidak dikenal melalui nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), sidik jari maupun foto.

Sejauh ini, belum bisa dipastikan penyebab Anyk meninggal, Namun, dari hasil otopsi, korban meninggal kekurangan oksigen. “Penyebab intinya lemas kekurangan oksigen. Masih terus didalami, karena bekapan atau apa, dugaan arahnya antara dicekik atau dibekap,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama, Sabtu (14/9).

Polisi juga belum mengetahui apa motif pembunuhan terhadap korban. Tentu, akan terkuak setelah terduga sudah berhasil ditangkap. Ada kemungkinan bermotif asmara. Bukan murni perampokan atau pencurian. Sebab, beberapa barang berharganya masih ada. Salah satu di antaranya kalung emas. Namun, untuk dompet atau tas, handphone dan mobil, tidak ada. Ada kemungkinan dibawa terduga pelaku untuk menghilangkan jejak.

ANYK2
Anyk Mariyanni semasa muda. (Foto IST)

Misteri Lagu Keras Kepala

Dari penelusuran dan informasi yang dihimpun tim KabarBaik.co, korban memiliki tiga orang anak. Dua anak dari hasil pernikahan dengan suami pertama yang menikah pada 2016. Dan, seorang anak laki-laki hasil pernikahan dengan suami kedua. Anyk berpisah dengan suami pertama sekitar 2019.

Nah, seminggu sebelum ditemukan meninggal, Anyk sempat mengulangtahuni anak ketiganya hasil pernikahan dengan suami kedua, Dalam unggahan video di akun media sosialnya, pada momen ulang tahun itu, Anyk hanya berdua dengan sang anak. Di hadapannya tampak kue tart. Tampak lucu dan menggemaskan tingkah si balita itu. Di video itu diberi backsound lagu sebuah pendek tentang ulang tahun.

Dalam unggahan sebelumnya, Anyk juga mengunggah foto dirinya. Dalam foto itu diberi caption dan backsound lagu ’’Keras Kepala’’ yang dinyanyikan Meiska. Inilah yang menguatkan dugaan motif asmara. Dilansir dari berbagai literatur, lagu ‘Keras Kepala’ ini mengisahkan tentang seseorang yang terus mengulangi kesalahan dalam kehidupan cintanya, yang menjadikannya seperti orang keras kepala.

Pada bait pertama, mendeskripsikan seseorang yang sedang jatuh cinta, tetapi cintanya tak terbalaskan. Meski demikian, dirinya tetap mau memaksakan cintanya. Dalam bagian refrain dijelaskan, sudah terlambat baginya untuk sadar akan keras kepalanya dalam mencintai seseorang. Yang jelas, lagu ini mencerminkan sebuah kegalauan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.