Naik Kereta Sambil Belajar, KAI Commuter Surabaya Edukasi Keselamatan dan Kepedulian Lingkungan untuk Balita Stunting

oleh -128 Dilihat
daop 8
Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak anak-anak dan orang tua merasakan langsung perjalanan menggunakan Kereta Commuter, sekaligus belajar tentang keselamatan, ketertiban, dan kebersihan sejak usia dini.

KabarBaik.co – PT KAI Commuter Area VIII Surabaya menggelar kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikemas dengan edukasi keselamatan perkeretaapian bagi balita stunting dan prastunting di Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak anak-anak dan orang tua merasakan langsung perjalanan menggunakan Kereta Commuter, sekaligus belajar tentang keselamatan, ketertiban, dan kebersihan sejak usia dini.

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Surabaya, Heri Siswanto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian KAI Commuter dalam memberikan edukasi transportasi publik kepada anak-anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan saling menghargai.

“Ini adalah salah satu bentuk edukasi kepada anak usia dini agar mereka memahami bagaimana bersikap saat menggunakan kereta. Mulai dari menjaga kebersihan, saling menghargai sesama penumpang, hingga memahami aturan keselamatan,” ujar Heri ditemui di Stasiun Gubeng lama Surabaya, Selasa (23/12).

Ia menjelaskan, selama perjalanan anak-anak juga diberikan pemahaman sederhana tentang larangan berbahaya, seperti bermain di perlintasan kereta, melanggar palang pintu, hingga melempar benda ke arah kereta api. Edukasi tersebut disampaikan melalui penjelasan langsung dan media visual agar mudah dipahami oleh anak-anak.

“Kami ingin anak-anak mengenal kereta api dengan cara yang aman dan menyenangkan. Harapannya, sejak kecil mereka sudah memiliki kesadaran keselamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasinya kepada KAI Commuter Surabaya yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Dalam kegiatan ini, sebanyak 165 anak stunting dan prastunting dari Kecamatan Tambaksari diberangkatkan menggunakan kereta komuter bersama orang tua pendamping.

“Anak-anak terlihat santai dan menikmati perjalanan. Bagi kami, penanganan stunting tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga stimulasi motorik, mental, dan sosial anak,” tutur Rini.

Menurutnya, perjalanan dengan kereta menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Anak-anak diajarkan untuk antre, berhati-hati, mengenal alat transportasi, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Selama perjalanan, orang tua diajak untuk bercerita tentang apa yang dilihat anak-anak, mulai dari pemandangan, aktivitas masyarakat, hingga berbagai profesi.

“Di situ terjadi bonding yang kuat. Anak-anak tumbuh rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan imajinasi tentang cita-cita mereka di masa depan. Siapa tahu, suatu hari nanti ada yang bercita-cita menjadi masinis,” ujarnya.

Rini juga menegaskan peran penting para ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk anak-anak dengan kondisi stunting. Ia menyebut perjuangan ibu tidak mengenal waktu dan tidak hanya diperingati secara seremonial.

“Hari Ibu itu sejatinya dirayakan setiap hari. Ibu-ibu luar biasa, tetap semangat mendampingi anak-anaknya agar tumbuh lebih sehat dan lepas dari kondisi stunting,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, KAI Commuter Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya berharap dapat berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting sekaligus menanamkan budaya keselamatan dan penggunaan transportasi publik sejak usia dini.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.