Pakar UB Nilai WFH Tak Efektif Tekan Konsumsi BBM

oleh -90 Dilihat
IMG 20260412 WA0017 1
Pakar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Andhyka Muttaqin. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Malang – Kebijakan work from home (WFH) yang digulirkan pemerintah untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan konsumsi BBM.

Pakar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Andhyka Muttaqin, menyebut WFH lebih berpotensi menghemat energi lain, seperti listrik dan internet, serta mendorong efisiensi anggaran, dibandingkan menekan penggunaan BBM.

“Untuk penghematan BBM, kebijakan ini tidak signifikan. Namun ada potensi efisiensi di sektor energi lain,” ujar Andhyka, Minggu (12/4). Menurutnya, kebijakan WFH belum menyentuh akar persoalan terkait tingginya konsumsi BBM.

Dia menyarankan pemerintah melakukan pembatasan penggunaan BBM melalui sistem kuota serta memperbaiki transportasi umum agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Dia juga mengingatkan potensi penyalahgunaan kebijakan tersebut, seperti dimanfaatkannya hari WFH menjadi long weekend.

Selain itu, penentuan hari pelaksanaan dinilai perlu mempertimbangkan produktivitas kerja dan kebutuhan layanan publik. “Kalau tidak diawasi, bisa jadi long weekend. Sementara jika diterapkan di tengah pekan, justru berpotensi mengganggu pelayanan karena saat itu produktivitas sedang tinggi,” ungkap Andhyka.

Ia menegaskan, penerapan WFH harus disertai sistem pengawasan ketat, seperti absensi berbasis titik koordinat. Selain itu, ASN yang tetap bekerja di kantor perlu mendapat kompensasi untuk menjaga motivasi kerja.

Andhyka menilai kebijakan WFH tidak bisa diterapkan di semua sektor, terutama layanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik langsung yang membutuhkan kehadiran fisik. “Kebijakan ini harus dilihat secara sistemik, tidak parsial, karena akan ada adaptasi dan potensi kebingungan dalam pengawasan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.