Pemandian Dewi Sri Pujon Malang Dinormalisasi, Ditargetkan Buka Kembali Akhir Pekan

oleh -102 Dilihat
IMG 20260124 WA0010 1
Kolase pemandian Dewi Sri dan setelah terdampak luapan banjir. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Kawasan wisata Pemandian Dewi Sri di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mulai dinormalisasi pada Jumat (23/1), setelah terdampak banjir luapan sungai yang terjadi pada Rabu malam (21/1).
Akibat luapan air tersebut, dua kolam renang di kompleks pemandian tergenang air kotor bercampur material banjir berupa lumpur, sampah, kayu, dan rumpun bambu.

Selain itu, saluran drainase (gorong-gorong) di area Pemandian Dewi Sri juga mengalami kerusakan parah atau jebol sepanjang 5 meter dengan diameter lubang sekitar 50 sentimeter. Luapan terjadi akibat meningkatnya debit air sungai di belakang kawasan wisata, yang tidak mampu tertampung oleh saluran drainase karena tersumbat material sampah dan bambu yang terbawa arus banjir.

Kepala UPT Pemandian Dewi Sri Pujon, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa upaya pembersihan sudah dilakukan sejak sehari setelah kejadian banjir. “Tumpukan sampah dan material lumpur paling banyak masuk ke kolam anak-anak. Normalisasi ditargetkan selesai besok, sehingga kolam pemandian bisa dibuka kembali untuk pengunjung Minggu atau Senin pekan depan,” ujar Rudi, Sabtu (24/1).

Ia juga menjelaskan, kondisi drainase di kawasan tersebut memang sudah berusia lama dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. “Kurang lebih 50 meter saluran drainase ini memang perlu perbaikan. Sisanya sudah pernah direhab dan diperkuat, tapi tetap berisiko rusak saat debit air besar,” jelasnya.

Selain kawasan wisata, banjir luapan juga berdampak pada satu warung sekaligus tempat tinggal milik Sutining, warga Dusun Lebaksari RT 30 RW 14, Desa Ngroto. Dinding warung mengalami kerusakan sepanjang 1,5 meter x 1,5 meter, sementara sejumlah perabotan seperti peralatan dapur dan kulkas hanyut terbawa arus banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi sejak Selasa (20/1) hingga Kamis (22/1) memicu rangkaian bencana di wilayah Kecamatan Pujon.

“Total ada 12 laporan kejadian, mulai dari tanah longsor hingga banjir luapan. Dua kolam di Pemandian Dewi Sri tergenang material lumpur, sampah, kayu dan rumpun bambu. Saluran drainase juga mengalami kerusakan,” terang Sadono.

Ia memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rangkaian bencana tersebut. Saat ini, proses pembersihan masih berlangsung secara swadaya oleh pihak pengelola Pemandian Dewi Sri dengan koordinasi lintas instansi.

Pemandian Dewi Sri Pujon diketahui merupakan wisata peninggalan Belanda yang telah ada sejak 1911. Saat ini menjadi aset Pemerintah Kabupaten Malang dan pengelolaannya diserahkan kepada Perumda Jasa Yasa sejak 1973. Kini, kawasan Dewi Sri tidak hanya berfungsi sebagai kolam pemandian, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata terpadu dengan fasilitas pasar wisata/oleh-oleh, rafting, outbound, hingga camping. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.