KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mematangkan rencana penataan kawasan strategis perkotaan. Tiga lokasi utama yang menjadi fokus penataan meliputi Alun-alun, Pasar Kota, dan Taman Rajekwesi sebagai bagian dari upaya menghadirkan wajah baru Kota Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro mengatakan, penataan ketiga kawasan ini diharapkan mampu menjadi ikon baru kota sekaligus ruang publik yang lebih representatif bagi masyarakat.
Menurut Bupati, kondisi Alun-alun Bojonegoro saat ini sudah tidak lagi mampu menampung dinamika aktivitas warga yang semakin meningkat. Keterbatasan ruang publik dinilai menjadi persoalan mendesak yang harus segera ditangani melalui penataan yang terencana dan berkelanjutan.
“Kondisi alun-alun Bojonegoro hari ini sudah sangat padat dan tidak teratur. Fungsi sosial serta area rekreasi keluarga di sana masih sangat kurang. Kita ingin menciptakan ruang terbuka hijau yang multifungsi, ramah keluarga, sekaligus bisa menjadi destinasi wisata olahraga,” ujar Setyo Wahono, Sabtu (20/12).
Ia menegaskan, pembangunan kawasan tersebut tidak semata berorientasi pada keindahan visual, tetapi juga harus mampu mengakomodasi aktivitas sosial dan potensi ekonomi masyarakat. Ia meminta tim perencanaan agar menyusun skala prioritas dengan mengedepankan kebutuhan dasar warga.
“Kita tahu lahan kita terbatas, sementara keinginan kita banyak. Maka, pelan-pelan kita susun skala prioritas. Yang utama adalah kawasan ini bisa menampung kegiatan sosial masyarakat sekaligus memberi ruang yang tertata bagi UMKM maupun pedagang kaki lima,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal penting dalam mewujudkan wajah Kota Bojonegoro yang lebih inklusif dan berkarakter. Ia menekankan perlunya masukan kritis dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap paparan konsep yang disampaikan tim konsultan.
“Tujuan besar kita adalah menata wajah Kota Bojonegoro agar lebih inklusif dan modern, namun tetap memiliki identitas lokal yang kuat. Kami berharap ada catatan kritis dan masukan dari Bapak/Ibu sekalian agar rencana ini benar-benar matang sebelum dieksekusi,” pungkas Edi Susanto. (*)







