Pemkot Batu Siapkan Regulasi hingga Duta Siswa untuk Wujudkan ZePlass di Sekolah

oleh -42 Dilihat
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai mematangkan implementasi program ZePlass (Zero Plastik Sekali Pakai) di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya berhenti pada kampanye simbolik, melainkan akan diperkuat melalui regulasi resmi dan mekanisme teknis yang terukur.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan komitmen tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menekan volume sampah plastik sejak usia dini. “Kami tidak ingin ini hanya menjadi slogan. Harus ada dasar hukum dan langkah teknis yang jelas agar sekolah bisa menjalankan dengan terarah,” ujarnya, Minggu (15/2).

Sebagai langkah awal, Pemkot Batu akan menyiapkan payung hukum untuk memperkuat pelaksanaan di tingkat satuan pendidikan. Opsi yang dikaji antara lain penerbitan Surat Edaran Wali Kota atau minimal Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu. “Payung hukum ini penting agar sekolah memiliki dasar dalam mengalokasikan anggaran serta menyusun aturan internal yang selaras dengan semangat ZePlass,” jelas Heli.

Selain regulasi, koordinasi lintas sektor juga disiapkan. Pemkot Batu akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur guna memastikan sinkronisasi kebijakan. Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Batu akan memetakan kesiapan sekolah mulai jenjang PAUD hingga SMP agar implementasi tidak tumpang tindih.

Pada tahap operasional, pendekatan berbasis partisipasi siswa menjadi salah satu strategi utama. Sekolah akan didorong menunjuk perwakilan siswa sebagai duta lingkungan yang bertugas mengawasi sekaligus mengajak teman sebaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pendekatan peer-to-peer dinilai lebih efektif dalam membentuk kebiasaan kolektif dibandingkan sekadar instruksi formal.
Tak hanya itu, audit sampah melalui pemilahan rutin juga akan diterapkan. Evaluasi berkala terhadap volume sampah plastik di sekolah diharapkan menjadi indikator perubahan perilaku sekaligus sarana edukasi langsung bagi siswa.

“Dengan melihat dampaknya secara nyata, kesadaran akan terbentuk lebih kuat. Sekolah juga bisa mengevaluasi langkah yang perlu diperbaiki,” ungkapnya. Pemkot Batu menyadari dukungan sarana menjadi faktor penting. Karena itu, sekolah diberi waktu menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat cuci peralatan makan dan titik pengisian air minum.

Pelaksanaan ZePlass dirancang bertahap, dimulai dari sosialisasi kepada kepala sekolah, komite, dan pengelola kantin, dilanjutkan persiapan sarana, hingga peluncuran pada awal semester mendatang. Evaluasi lapangan akan dilakukan tiga bulan setelah program berjalan untuk mengidentifikasi kendala di tingkat sekolah.

“Kita lakukan bertahap agar kebijakan bisa diterima semua pihak dan berjalan berkelanjutan. Lebih baik langkah kecil tapi konsisten daripada program besar yang tidak berjalan. Targetnya jelas, volume sampah plastik di sekolah harus berkurang nyata,” tegas Heli.

Keberhasilan implementasi di sekolah diharapkan mampu mendorong perubahan budaya lingkungan yang lebih luas di Kota Batu sebagai daerah wisata berbasis alam. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.