KabarBaik.co – Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya resmi memperkuat komitmen kolaborasi dalam perlindungan perempuan dan anak. Sinergi ini ditandai dengan pembentukan unit baru, yakni Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya pada Januari 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Mapolrestabes Surabaya. Ia menegaskan bahwa kehadiran Satres PPA-PPO merupakan langkah krusial untuk memasifkan program perlindungan bagi warga rentan di Kota Pahlawan.
“Alhamdulillah, di Polrestabes sekarang sudah ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang khusus menangani perempuan dan anak. Dengan adanya Satres PPA-PPO ini, program-program perlindungan kita ke depan akan jauh lebih masif lagi,” ujar Eri.
Solusi bagi Pengemudi Ojol Perempuan
Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah menangani fenomena pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang membawa anak saat bekerja. Wali Kota Eri menjelaskan bahwa membawa balita saat menarik ojek sangat berisiko bagi keselamatan anak di jalan raya.
Program ini terinspirasi dari temuan Kapolrestabes Surabaya yang menjumpai seorang pengemudi ojol membawa anaknya yang masih berusia empat tahun saat bekerja. Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Surabaya bergerak cepat memberikan solusi nyata.
“Anaknya yang berumur 4 tahun itu langsung kami fasilitasi untuk sekolah di PAUD milik pemerintah kota, di mana kami juga menyediakan tempat penitipan anak. Jadi ibunya bisa bekerja dengan tenang tanpa membahayakan nyawa sang anak,” jelas Eri.
Ke depannya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya akan berkoordinasi dengan Satres PPA-PPO untuk mengundang seluruh pengemudi ojol perempuan di Surabaya guna memberikan sosialisasi mengenai fasilitas penitipan dan pendidikan anak tersebut.
Surabaya Menuju Kota Ramah Anak dan Perempuan
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh visi Pemkot Surabaya. Ia telah menginstruksikan Kasat PPA-PPO yang baru dilantik untuk segera bersinergi dengan tim Wali Kota.
“Saya sudah meminta Ibu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan jajaran Pak Wali Kota. Fokus utama kami adalah mendukung program-program beliau dalam menciptakan Kota Surabaya yang benar-benar ramah dan aman bagi anak serta perempuan,” tegas Luthfie.
Dengan adanya satuan khusus PPA-PPO dan integrasi layanan penitipan anak dari Pemkot, Surabaya diharapkan dapat menekan angka kekerasan serta eksploitasi terhadap perempuan dan anak secara signifikan pada tahun 2026 ini. (*)







