KabarBaik.co, Banyuaangi – Pencarian Muhammad Dzikri, 16 tahun, pendaki yang hilang di TWA Ijen memasuki hari kedua, Kamia (19/2). Pada hari kedua personel SAR Gabungan memperluas area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan, pencarian hari pertama berlangsung hingga 01.30 WIB.
“Pencarian dilanjutkan hari ini mulai pukul 06.30 WIB,” kata Oka.
Operasi pencarian ini, lanjut Oka, melubatkan 41 personil gabungan. Mereka terdiri dari tim rescue Kantor SAR, BPBD, Polsek, Koramil, KSDA Gunung Ijen, SAR Independent, dan warta setempat.
Pencarian dibekali dengan beberapa alat, seperti rescue car type II, peralatan vertical rescue, jungle rescue, peralatan medis, serta alat komunikasi.
Pada pencarian hari pertama, cuaca sempat diguyur hujan ringan. Sementara untuk pencarian lanjutan hari kedua, cuaca lebih mendukung.
Menurut Oka, pencarian tim pencari dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama penyisiran jalur pendakian dari Paltuding hingga puncak dengan jarak kurang lebih 3,6 kilometer menggunakan metode hasty search.
Sementara kelompok kedua mencari di sekitar lokasi pendaki terakhir terlihat. Pencarian dilakukan dengan pola open grid seluas 1 km persegi.
“Ini untuk memperluas cakupan dan memastikan tidak ada area yang terlewat,” ungkapnya.
Oka menyebut, pencarian pendaki akan dimaksimalkan dengan mengutamakan keselamatan personel.
“Kami mengoptimalkan penyisiran jalur utama pendakian serta memperluas area pencarian di sekitar lokasi dengan metode grid. Seluruh unsur bekerja secara terkoordinasi dan sistematis,” ujarnya
Apabila pendaki berhasil ditemukan dalam operasi itu, tim akan langsung mengevakuasi dan membawa ke RSUD Blambangan untuk mendapat penanganan medis.






