Penjelasan Lengkap Unej Tarik Seluruh Mahasiswa KKN di Lumajang

oleh -1297 Dilihat
IMG 20250812 WA0006
Ketua LP2M Unej Prof. Dr. Yuli Witono. (Ist)

KabarBaik.co – Kejadian pencurian kendaraan bermotor yang menimpa mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang sedang melaksanakan KKN Kolaboratif di Kabupaten Lumajang terus menjadi perhatian publik.

Atas kejadian itu, seperti apa yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej Prof Dr Yuli Witono pihak kampus telah sepakat untuk menarik seluruh mahasiswanya demi keamanan bersama.

Berikut penjelasan lengkap pihak Unej yang disampaikan kepada Dwi Kuntarto Aji, wartawan KabarBaik.co yang bertugas di wilayah Jember:

Kapan pertama kali kampus mendapat laporan kehilangan motor mahasiswa KKN di Lumajang?

Kalau tidak salah itu hari Rabu tanggal 6 Agustus kami mendapatkan laporan bahwa ada motor mahasiswa KKN Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang diambil orang atau dicuri orang. Dan kami langsung menerjunkan tim setelah mendapat laporan itu, kami melihat situasinya langsung dan melihat psikologis anak-anak.

Sejauh mana komunikasi Unej dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan sebelum dan sesudah kasus ini?

Di sana tim langsung koordinasi dengan Kades serta perangkat desa dan tentu dengan aparat setempat untuk melaporkan kejadian pencurian itu. Kami juga meminta pihak desa dan polisi agar mengusut tuntas kasus ini.

Apalagi pencurian ini kami anggap bukan keteledoran dari anak-anak. Karena kan ada pembobolan. Kecuali memang anak-anak parkirnya di teras, masalahnya motor mereka ini di dalam rumah atau posko.

Jadi kami saat itu berharap Pak Kades bisa membantu jika memang ada titik terang soal pencurian itu. Tapi ya menurut tim yang bertemu langsung dengan Kepala Desa, terkesan tidak terlalu serius memberikan informasi ke kami.

Bagaimana proses internal Unej hingga memutuskan penarikan seluruh mahasiswa KKN?

Untuk alasan penarikan itu, karena kami melihat kondisi anak-anak sudah mulai tidak tenang dan takut kejadian pencurian terjadi lagi, maka kami putuskan melakukan penarikan.

Sebenarnya kami juga sudah bertemu dengan Bupati Lumajang dan melaporkan kejadian tersebut. Beliau pun langsung berkoodinasi dengan aparat setempat untuk menjamin keamanan dan KKN bisa tetap dilanjutkan.

Bahkan saat bertemu bupati kami juga sampaikan bahwa niat kami datang ke sini adalah baik dan ingin membangun desa. Jadi kami berharap ada tindakan serius untuk mengatasi persoalan ini.

Tapi jika melihat kondisi mahasiswa,tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Lebih mengejutkan lagi di hari Jumat ada kejadian serupa, yang dicuri motor mahasiswa dari kampus lain. Lokasinya di Desa Tempah Tengah.

Selain itu kami menggelar rapat bersama dengan OPD terkait dan juga pihak desa. Tapi saat membahas itu, menurut saya respons dari OPD kurang empati. Dan tidak jelas langkah-langkahnya.

Awalnya kami minta akan melakukan penarikan secara parsial jadi tidak total semua. Tapi melihat respons itu dari pihak-pihak itu akhirnya kami koordinasi dengan PTN yanh lain, pada akhirnya sepakat untuk menarik total secara bersamaan. Karena keselamatan para mahasiswa jauh lebih penting.

Bahkan Bupati juga meminta maaf kepada kita dan saya berharap ini bisa dijadikan pelajaran agar KKN kedepan di lumjang bisa dilakukan dengan aman.

Untuk penarikan itu kami juga sudah mengajukan surat secara formal kepada Bupati. Karena kami datang secara formal dan pulang pun harus secara formal. Artinya pihak pemerintah setempat sudah mengetahui penarina mahasiswa KKN itu.

Apakah pihak kampus akan mengajukan syarat keamanan tertentu sebelum mengirim mahasiswa KKN ke Lumajang di masa depan?

Betul, karena kejadian ini sebagai pembelajaran kamu semua, buka hanya Unej tapi teman-teman di forum PTN Jatim ini jadi sudah menjadi catatan. Apalagi kasus curanmor ini sudah viral sampai ke media nasional,

Tentu kami semua meminta jaminan kamtibmas dan langkah konkret dari pemerintah Lumajang. Jadi ke depan syarat tersebut pasti kami ajukan serta kami berharap itu ditindaklanjuti, jika pihak Kabupaten Lumajang ingin ada KKN di sana. Jika jaminan itu sudah ada dan konkret saya yakin KKN berikutknya bisa kita terjunkan kembali.

Bagaimana Unej akan mengatasi potensi kerugian akademik dan pengalaman lapangan mahasiswa akibat penarikan ini?

Jadi kami pasca penarikan, kita berikan dispensasi ke mahasiswa. Kami siapkan instrumen tujuannya agar capaian pembelejaran tetap bisa terpenuhi sesuai regulasi. Karena anak-anak ini kan seharusnya baru selesai tanggal 20 Agustus. Tapi karena ada kejadian itu mereka harus pulang lebih cepat.

Salah satu instrumen itu nanti akan ada penugasan-penugasan kepada mahasiswa agar bisa memenuhi nilai akademik.

Apakah ke depan kampus akan melibatkan pihak kepolisian sejak awal untuk patroli rutin di lokasi KKN?

Sebelum menentukan lokasi KKN ke daerah mana itu pastinya banyak pertimbangan, tapi selama ini pasti dipilih lokasi terdekat dari kampus. Apalagi saat ini kan ada efisiensi jadi pemilihan lokasi tidak terlalu jauh.

Kalau soal melibatkan aparat untuk keamanan seperti patroli, mestinya yang menjalankan tugas itu pihak pemerintah setempat. Ibaratnya menjamin keamanan tamu dan menurut kami itu wajib. Kan kita datang juga ada izin resmi artinya sudah terdata semua bahkan penempatan pun pihak pemkab setempat yang menentukan.

Menurut saya kalau dari pihak kita yang koordinasi dengan pihak kemanan setempat kok kesannya overlap ya. Karena itu kan bukan wilayah kami. Setidaknya ke depan Pemkab Lumajang bisa memberikan rasa aman dan mempermudah perizinan dan jadikan ini pelajaran kedepan.

Kami juga berharap pemerintah daerah juga bisa serius menindaklanjuti kejadian ini dan tidak terulang di kemudian hari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.