KabarBaik.co- Istimewa Persebaya Surabaya! Green Force akhirnya menuntaskan misi balas dendam dengan cara paling meyakinkan. Bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1) sore, Bajul Ijo tampil luar biasa dan menghajar PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0. Hasil ini sekaligus menghapus luka kekalahan di putaran pertama Super League 2025/2026.
Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih di kandang lawan yang sebelumnya mempermalukan Persebaya dengan 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Lebih dari sekadar tiga poin, hasil tersebut menjadi penegasan karakter baru Persebaya di bawah asuhan Bernardo Tavares:. Sabar, disiplin, namun mematikan ketika menemukan momentum.
Sejak menit awal, Persebaya sebenarnya sudah menunjukkan kontrol permainan. Namun PSIM yang tampil disiplin membuat babak pertama berjalan ketat.Setelah unggul 0-1 melalui gol Gali Frietas, beberapa kali pelung gagal dikonversi menjadi gol. Memasuki babak kedua, Bajul Ijo langsung menaikkan intensitas permainan dan mengambil alih penuh kendali laga.
Peluang emas pertama hadir pada menit ke-52. Bruno Moreira mengirimkan umpan terukur ke depan gawang yang disambut Francisco Rivera. Sayang, sontekan Rivera masih terlalu lemah dan berhasil diamankan kiper PSIM, Cahya Supriadi, yang tampil solid sepanjang laga.
Tekanan Persebaya tak mengendur. Sembilan menit berselang, Malik Risaldi mencoba peruntungan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Sekali lagi Cahya Supriadi menunjukkan refleks apik dengan menepis bola yang mengarah ke sudut gawang.
Situasi itu membuat Bernardo Tavares mengambil keputusan berani. Pelatih asal Portugal tersebut memasukkan Pedro Matos, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto untuk menambah daya gedor dan intensitas permainan. Toni Firmansyah, Milos Raickovic, dan Gali Freitas ditarik keluar sebagai bagian dari strategi menyerang total.
Keputusan itu terbukti jitu. Pada menit ke-73, Bruno Paraiba mencatatkan namanya di papan skor. Menerima bola di dalam kotak penalti, striker asal Brasil itu dengan tenang mengecoh satu pemain bertahan PSIM sebelum melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung Cahya Supriadi. Gol tersebut menjadi titik balik yang mematahkan perlawanan tuan rumah.
PSIM yang mulai kehilangan konsentrasi kembali dihukum sepuluh menit kemudian. Rachmat Irianto menunjukkan kualitas dan kepemimpinannya dengan melakukan solo run dari tengah lapangan, menembus pertahanan lawan, lalu menempatkan bola ke tiang dekat. Gol tersebut memastikan keunggulan Persebaya menjadi 3-0 dan membungkam Stadion Sultan Agung.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Persebaya tetap mengontrol jalannya pertandingan dan tidak memberi ruang bagi PSIM untuk bangkit. Skor 3-0 bertahan hingga akhir laga, menandai kemenangan tandang paling meyakinkan Bajul Ijo musim ini.
Tambahan tiga poin ini membuat Persebaya naik ke posisi keenam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 31 poin. Lebih dari sekadar angka di papan klasemen, kemenangan di Bantul menjadi sinyal kuat bahwa Persebaya mulai menemukan identitas permainan yang solid dan mentalitas pemenang di era Bernardo Tavares.
Pada laga selanjutnya, Persebaya akan menjamu Dewa United di Stadion GBT pada 1 Februari mendatang. Green Force mesti menyapu bersih laga tersebut, jika ingin terus merangsek ke papan atas.
Sementara itu, persaingan di papan atas klasemen kian memanas. Persib Bandung berhasil mengkudeta posisi puncak klasemen sementara dari Borneo FC setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di kandang sendiri. Tambahan tiga poin membuat Maung Bandung kini mengoleksi 41 poin, unggul satu angka dari Borneo FC yang turun ke posisi runner-up dengan 40 poin.
Rivalnya, Persija Jakarta membuntuti di peringkat ketiga dengan raihan 38 poin, menandai ketatnya persaingan menuju fase penentuan musim ini. Terlebih, pada bursa transfer paruh musim, sejumlah pemain mewah telah didatangkan sejumlah tim. (*)







