KabarBaik.co, Kota Batu – Warga Dusun Sumber Sari, Desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu, dibuat geram setelah puluhan makam di TPU Sumbersari Cembo ditemukan dalam kondisi rusak dan berantakan, Minggu (22/2).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga pada Minggu siang, setelah beredar video amatir sekitar 4.55 menit yang memperlihatkan sejumlah nisan telah bergeser dari posisi semula. Tanaman di sekitar makam juga tampak ditebang dan berserakan di area pemakaman.
Salah satu ahli waris, Udin, membenarkan bahwa makam ayahnya termasuk yang terdampak. Ia mengaku kecewa karena penggeseran nisan dilakukan tanpa sepengetahuan maupun izin keluarga.
“Benar, salah satu makam yang dirusak itu merupakan makam ayah saya. Usai tahu kemarin, saya langsung laporan ke pihak desa,” ujar Udin, Senin (23/2).
Kepala Dusun Sumber Sari, Istiyah, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, ia mendapati sekitar 20 makam dalam kondisi berantakan.
“Saya waktu itu memastikan ke makam memang benar terjadi. Sejumlah makam berantakan, ada sisa-sisa tanaman yang ditebang berserakan dan ada juga nisan digeser. Kalau tidak salah ada sekitar 20-an makam,” ungkap Istiyah.
Ia menyebut, dugaan sementara perusakan dilakukan oleh juru kunci makam bernama Nanto yang dibantu beberapa orang. Menurutnya, aksi serupa sebelumnya pernah terjadi, namun hanya sebatas perusakan tanaman di area makam.
“Yang menggeser nisan dan bikin morat-marit makam itu diduga Pak Nanto, juru kunci makam. Dia menggeser nisan dibantu beberapa orang. Sebelumnya memang pernah ada kejadian merusak pohon-pohon di makam, tapi kali ini malah makamnya yang dirusak,” jelasnya.
Istiyah menegaskan, jika memang ada rencana penataan ulang atau kebutuhan akses jalan di area pemakaman, seharusnya dilakukan melalui musyawarah bersama warga dan ahli waris, bukan secara sepihak.
“Kalau memang ada apa-apa, buat jalan atau apa, harusnya musyawarah dulu. Tidak boleh ambil keputusan sendiri begini,” tegasnya.
Hingga kini, warga masih menunggu langkah tindak lanjut dari pihak desa terkait penyelesaian kasus tersebut. Sementara itu, video kondisi makam yang berantakan terus beredar luas di media sosial dan memicu kecaman dari masyarakat. (*)






