KabarBaik.co – Pj Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro meninjau lokasi banjir di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, pada Selasa (10/12). Dalam kunjungannya, ia mendengarkan keluhan warga yang terdampak banjir sekaligus menyalurkan berbagai bentuk bantuan.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, nasi bungkus, hingga susu untuk meringankan beban warga terdampak. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga mendirikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi.
Hingga saat ini, genangan air setinggi lutut masih terlihat di beberapa titik, khususnya di wilayah Cakarayam Baru dan Balongcangkring II RW I.
“Banjir ini merupakan ujian rutin yang kita hadapi setiap musim hujan. Tugas kami adalah hadir untuk masyarakat, memastikan mereka tidak hanya mendapat bantuan darurat tetapi juga solusi jangka pnjang. Kami akan terus berupaya agar genangan ini segera surut,” ujar Moh Ali Kuncoro, Selasa (10/12).
Pemkot Mojokerto berupaya mengatasi banjir dengan memaksimalkan pompa air dan sistem drainase. Mengingat musim hujan diperkirakan masih berlangsung selama tiga bulan ke depan, ia juga menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana.
“Kami akan terus bersiaga, tidak hanya dalam penanganan darurat tetapi juga untuk mencegah banjir susulan. Kami mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air,” tambahnya.
Ketua RW setempat, Abu Nawas, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat Pemkot Mojokerto. “Bantuan ini sangat membantu kami yang terdampak. Keberadaan dapur umum juga menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan makanan warga,” ungkapnya.
Ia berharap genangan air segera surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Hingga saat ini, Pemkot Mojokerto, melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DinsosPPPA), telah mendistribusikan bantuan berupa beras, sarden, telur, minyak goreng, dan dana operasional untuk mendukung dapur umum.
Sinergi antara Pemkot Mojokerto, BPBD Jawa Timur, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan para relawan terus berlangsung. Tim gabungan ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memantau kesehatan warga terdampak dan memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian dan penanganan. (*)