Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024, Ini Sejumlah Sasarannya

oleh -143 Dilihat
Kapolda Riau bersama jajaran Forkopimda saat gelar pasukan Operasi Keselamatan 2024

KabarBaik.co – Polda Riau menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan di halaman depan Mapolda Riau, Sabtu (2/3/2024).

Apel ini dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen M Iqbal, dan dihadiri oleh PJ Gubernur Riau SF Hariyanto dan sejumlah pejabat Forkopimda lainnya.

Operasi ini bertujuan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif menjelang bulan suci Ramadan selama 14 hari ke depan, mulai dari tanggal 4 hingga 17 Maret 2024.

“Operasi ini dilakukan secara terpusat oleh Mabes Polri dan dilakukan di seluruh provinsi. Tujuannya untuk menciptakan kondisi agar keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas terwujud. Kita tahu bulan suci Ramadan akan tiba, nanti akan dilanjutkan dengan Operasi Ketupat,” kata Irjen M Iqbal.

Baca juga:  Polda Riau Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Sita 19 Kg Sabu dan 21 Ribu Ekstasi

Kapolda Riau menjelaskan, pihaknya bersama stakeholder dan seluruh elemen masyarakat bersatu padu untuk menciptakan kondisi aman dan meminimalisir angka kecelakaan.

“Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari dengan tujuan utama untuk menciptakan situasi aman dan meminimalisir kecelakaan,” pungkasnya.

Dalam apel tersebut dibacakan Ikrar Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan yang dibacakan oleh siswa SMA Negeri 8 Pekanbaru, Ahmad Sabilillah. Ikrar tersebut berisi komitmen untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan menjaga keutuhan NKRI, serta bersama-sama Kepolisian Negara Republik Indonesia menjaga ketertiban lalu lintas jalan.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Taufik Nurhidayat, menambahkan, Operasi Keselamatan Lancang Kuning ini dilaksanakan secara gabungan antara Polda Riau dan seluruh jajaran Polres secara serentak.

Baca juga:  Berkontribusi dalam Kamtibmas, Polda Riau Anugerahi Sejumlah Pejabat dan Tokoh Masyarakat

“Tujuannya untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas, serta menurunkan angka pelanggaran lalu lintas yang bisa berdampak pada fatalitas kecelakaan,” tambah Kombes Taufik.

Sasaran operasi ini adalah pengendara motor, kendaraan itu sendiri, dan kegiatan-kegiatan masyarakat dan pengguna jalan.

“Yang diutamakan dalam operasi ini adalah unsur preemtif berupa imbauan, edukasi, dan sosialisasi, kemudian preventif dengan hadirnya polisi di setiap sudut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jalan, serta sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas,” sebut dia.

Dalam operasi ini, pelanggaran yang menjadi fokus utama adalah penggunaan knalpot brong, melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat berkendara, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan melebihi batas kecepatan.

“Selama ini, jika dilihat dari anatomi kasus laka lantas, hal tersebut sebagai penyumbang terbanyak kasus kecelakaan,” pungkasnya.

Baca juga:  Turun Langsung Bantu Korban Banjir di Rokan Hulu, Kapolda Riau: Tetap Bersyukur Hadapi Musibah

Terkait tindakan tilang, Ditlantas Polda Riau melakukan secara selektif dan tidak dilakukan secara manual dengan memaksimalkan kamera ETLE.

Di sisi lain, M Faruq Azhariansyah, siswa SMA 8 Pekanbaru, mengatakan, dirinya merupakan utusan sekolah sebagai Duta Pelopor Keselamatan Ditlantas Polda Riau. Dia bertugas untuk mengingatkan kawula muda, khususnya para pelajar, untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan selalu memperhatikan keselamatan dalam berkendara.

“Kami bertugas untuk mengingatkan teman-teman untuk tidak ngebut dan selalu menggunakan helm dalam berkendara. Karena hal ini sangat penting bagi kita untuk menjaga keselamatan, terutama di jalan raya,” tuturnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.