Polisi Bongkar Kasus Miras Impor Palsu, 1 Botol Hanya Dihargai Rp 100 Ribu

oleh -128 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 29 at 8.22.46 PM
Kasus miras impor palsu diungkap di Kediri, 2 tersangka diamankan

KabarBaik.co – Polisi mengungkap kasus jaringan miras impor palsu. Dua pria berinisial W dan K diamankan dalam operasi yang digelar pada Sabtu (9/8).

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana menjelaskan W berperan sebagai penjual, sementara K bertindak sebagai peracik. Keduanya kini dijerat dengan tiga pasal, yakni UU Perlindungan Konsumen, UU Cipta Kerja, dan UU Perdagangan.

“Seorang pria berinisial W kami amankan saat melakukan transaksi COD di Jalan Imam Bonjol No. 68B, Kelurahan Ngadirejo. Dari tangannya kami sita satu lusin botol miras yang diduga palsu,” terang Cipto, Jumat (29/8).

Dari penangkapan tersebut, polisi menelusuri lebih lanjut hingga menemukan rumah produksi di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Rumah itu dikelola oleh K, seorang mantan koki di Bali pada 2010–2011. Berbekal pengalaman meracik minuman dari pergaulannya dengan bartender, K mulai memproduksi miras oplosan sejak pertengahan 2024.

“Produksi dilakukan sesuai pesanan. Tersangka menjual dengan harga Rp 100.000–Rp 120.000 per botol, atau Rp 1,2 juta hingga Rp 1,44 juta per lusin. Harga ini jauh lebih murah dari minuman beralkohol resmi,” jelas Cipto.

Bahan-bahan yang dipakai antara lain perisa whisky, karamel, gula cair, air mineral galon, dan tambahan food grade lain. Campuran itu kemudian dikemas ulang menyerupai produk impor.

Saat ini penyidik masih mendalami seberapa luas peredaran miras oplosan tersebut.

“Penyidikan terus berjalan, termasuk koordinasi dengan JPU untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti,” tegas Cipto. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.