KabarBaik.co – Kabupaten Malang yang terdiri dari 33 kecamatan memiliki potensi hasil produksi tanaman pangan. Daerah tersebut bahkan selama ini menjadi unggulan di wilayah Jawa Timur bahkan hingga nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisca Sani Putra menjelaskan jenis tanaman pangan unggulan yang saat ini diproduksi masyarakat Kabupaten Malang. Mulai dari padi, tebu, kopi, hingga sayuran.
“Tanaman pangan dan holtikultura yang diproduksi oleh masyarakat Kabupaten Malang ini adalah potensi yang sangat besar. Juga ini menjadi unggulan mulai di Jawa Timur sampai skala nasional,” kata Avicenna saat berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (8/1).
Pejabat yang akrab disapa Avi itu menjelaskan bahwa tanaman pangan dari Kabupaten Malang memiliki kualitas paling bagus. Pada 2024 lalu, luas panen padi diperkirakan sebesar 42.563 hektare dengan produksi sekitar 261.754 ton gabah kering giling (GKG).
“Di sini adalah padi. Dari kualitas yang paling bagus itu cenderung harganya lebih mahal dari daerah lain. Karena beras yang dihasilkan dari Kabupaten Malang masuk menjadi beras premium, sehingga sangat diminati oleh daerah lain,” jelas Avi.
Menurut Avi, salah satu tanaman unggulan yang ada di Kabupaten Malang adalah kopi. Salah satu jenis kopi ternama yaitu Kopi Dampit. “Kopi Dampit yang diproduksi Kabupaten Malang ini ternama ini di skala nasional yang juga diekspor. Kopi Dampit ini dalam setahun kebutuhan ekspor hampir 50 ribu ton,” paparnya.
Avi menyebut Kabupaten Malang masih menyimpan Kopi Dampit sekitar 15 ribu ton. Hal tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan bidang pertanian kopi. Selain itu, tanaman lain yang juga menjadi unggulan di daerah tersebut adalah tebu. Bahkan, secara nasional di Jawa Timur 50 persen lebih disupport dari Kabupaten Malang.
“Kita produksi tebu hampir 4 juta ton, itu mensuplai kebutuhan Jawa Timur hampir 50 persen. Secara nasional 40 persen lebih kontribusinya. Untuk tebu kita didukung dua pabrik besar. Tentunya ini sangat strategis dalam rangka mengkontribusi untuk kebutuhan nasional,” ujarnya.
Avi juga mengungkapkan potensi unggulan lainnya di Kabupaten Malang yaitu hortikultura yang terdiri dari sayuran. Terbukti pada 2024 lalu Kabupaten Malang mendapatkan penghargaan penghasil sayur terbesar di Jawa Timur. “Bahkan sampai menjadi unggulan secara nasional. Ini kelompok tani juga langganan juara,” jelas dia. (*)






