Prediksi Skor Proliga 2026: Gresik vs Bandung BJB, Duel Bangkit atau Drama Klasemen

oleh -165 Dilihat
Annie Mitchem (kiri) dan Shella Bernadheta, dua pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

KabarBaik.co, Bojonegoro, – Udara di GOR Utama Bojonegoro belakangan terasa lebih pekat dari biasanya menjelang laga krusial Minggu (15/2) hari ini. Pertemuan antara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) dengan Bandung BJB Tandamata. Laga ini menarik. Mempertemuka Alessandro Lodi dan Anastasia Guerra-Giulia Angelina, duet maut baru di skuad Bandung BJB.

Di balik gemuruh fanatisme suporter, kini menyeruak aroma-aroma spekulasi liar yang cukup menyengat. Apakah laga itu akan berjalan murni sebagai “perang saudara”? Atau justru menjadi “teater drama” demi memanaskan klasemen Proliga 2026 sektor putri menuju final four?

​Publik voli berbisik-bisik. Gresik Phonska Plus, yang kini nyaman di posisi kedua dengan 20 poin, secara matematis sudah menapakkan satu kaki di final four. Sebaliknya, Bandung BJB Tandamata yang baru saja mendapat angin segar. Berkat kemenangan 3-1 atas Medan Falcons kemarin (14/2), poin mereka pun terkerak menjadi 12 poin.

​Dan, satu kemenangan lagi atas Gresik nanti, maka akan membuat koleksi poin Bandung BJB makin merapat ke zona aman. Secara logika kompetisi, jika tim Tanah Pasundan itu berhasil mencuri poin penuh, klasemen sektor putri akan berubah menjadi “Grup Neraka”. Bandung BJB mengoleksi 15 poin, menyisakan dua laga lagi.

Dengan demikian. selisih poin yang kian tipis antar tim papan tengah akan mendongkrak rating dan menjaga gairah volimania tetap tinggi hingga pekan terakhir. Nah, di sinilah letak kerawanannya. Mungkinkah ada skenario agar kompetisi tetap “berdarah-darah” hingga akhir?

​Antara Cedera dan Skenario “Mendinginkan” Mesin

Kabar kembalinya Oleksandra Bytsenko di skuad Gresik Phonska Pluas seolah menjadi pisau bermata dua. Jika Alessandro Lodi, sang pelatih, memilih untuk memarkir atau hanya memainkan sang bintang asal Ukraina itu dalam durasi singkat dengan dalih “pemulihan”, maka boleh jadi publik akan bertanya-tanya. Apakah itu murni strategi proteksi pemain menuju final four?  Ataukah sebuah “karpet merah” yang sengaja digelar agar sang kompatriot dari Bandung BJB bisa terus merangkak naik di klasemen?

​Dalam dunia voli profesional, batas antara rotasi pemain dan kesengajaan untuk kalah sangatlah tipis. Jika GPPI yang biasanya tampil beringas di putaran pertama tiba-tiba terlihat “loyo” dalam receive atau membiarkan blok bocor secara konsisten terhadap serangan Giulia Angelina yang baru saja mencetak 21 poin di laga debutnya, maka Bojonegoro akan menjadi saksi drama yang mencederai sportivitas dan integritas.

Lodi, Guerra, dan Angelina membawa reputasi besar voli Italia. Mereka representasi profesionalisme Eropa di tanah air. Tentu akan sangat memilukan jika aroma senegara itu justru diterjemahkan menjadi kesepakatan di bawah meja untuk “saling berbagi napas” demi alasan komersial.

Voli Indonesia sudah terlalu besar untuk sekadar menjadi panggung drama yang diatur demi kepentingan industri semata.

​Prediksi Skor: Antara Integritas dan Teater Lapangan

​Menakar laga di GOR Utama Bojonegoro hari ini, ada dua wajah prediksi yang bisa muncul di papan skor. ​Prediksi normal dengan mengacu kedalaman skuad dan taktik, 3–1 untuk Gresik Phonska Plus. Secara teknis, The Bulls Gresik memiliki kedalaman skuad yang lebih matang.

Kembalinya Sasha–panggilan akrab Bytsenko–seharusnya menutup lubang pertahanan yang sempat bolong di seri Malang. Lodi memiliki jam terbang tinggi untuk meredam daya ledak tim lawan.

Berkembang spekulasi lain, prediksi anomali dengan skenario drama klasemen, maka boleh jadi laga berakhir 2–3 untuk Bandung BJB Tandamata. Inilah skor “ideal” jika skema pemanasan klasemen menjadi prioritas. Gresik mungkin mengambil dua set awal untuk menjaga gengsi, namun kemudian melakukan rotasi-rotasi pemain dengan dalih eksperimen, memberikan BJB Tandamata 2 poin krusial untuk mengejar ketertinggalan tanpa terlalu mengancam posisi Gresik di papan klasemen.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa segala spekulasi mengenai “skenario drama” tersebut tetaplah sebatas analisis di atas kertas. Di lapangan voli yang sesungguhnya, kejutan seringkali lahir murni dari peluh keringat dan determinasi pemain yang tak ingin kalah. Bukan dari catatan di balik meja.

Harga diri dan profesionalitas, jauh lebih mahal daripada sekadar pengaturan poin atau “team orders”.

Pada akhirnya, biarlah setiap aksi di Bumi Angling Darmo yang menjawab segalanya. Apakah murni keajaiban voli, ataukah strategi manajemen risiko yang cerdas, sportivitas dan integritas harus tetap menjadi pemenang utama di setiap laga.  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.