Prediksi Starting XI Persebaya Lawan PSIM: Menang Dulu, Main Cantik Belakangan 

oleh -909 Dilihat
TAVARES LAGI 1

Penting & Menarik:

  • Persebaya datang ke Bantul dengan misi wajib menang setelah dipermalukan PSIM 0-1 di putaran pertama, sekaligus menjadikan laga ini ujian nyata era Tavares.
  • PSIM tetap berbahaya berkat kedalaman skuad yang disiplin dan efektif. Namun, Persebaya dinilai unggul secara kualitas individu dan keseimbangan tim. Green Force diprediksi menang tipis 2-1.

KabarBaik.coLaga tandang Persebaya Surabaya ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1), bukan sekadar pertandingan lanjutan Super League 2025/2026. Lebih dari itu, duel ini menjadi momen balas dendam di kandang PSIM Yogyakarta, tim yang sempat mempemalukan Bajul Ijo di masa pembuka kompetisi dengan skor 1-0 di Surabaya.

Laga itupun menjadi ujian mental sekaligus taktik Bernardo Tavares, pelatih baru yang dituntut membawa perubahan. Bukan hanya di papan klasemen, melainkan juga dalam identitas permainan Persebaya dengan karakter ngeyel.

Di laga ini, PSIM datang dengan modal yang tak bisa dipandang sebelah mata. Laskar Mataram sudah memantapkan diri dengan skuad kompetitif berisi kombinasi pengalaman lokal dan kekuatan asing. Di bawah pelatih Jean-Paul van Gastel, eks asisten pelatih Feyenoord yang pernah memenangkan gelar Eredivisie, PSIM membangun gaya permainan disiplin dan efektif, Lawan-lawan tak mudah menembus benteng pertahanannya.

Skuad PSIM sendiri menunjukkan kedalaman yang menarik. Mereka punya lebih dari 25 pemain yang siap digunakan. Termasuk beberapa nama asing berkelas seperti Nermin Haljeta (striker dari Slovenia), Ze Valente (gelandang serang Portugal), Deri Corfe (winger Inggris), serta bek asing seperti Rakhmatsho Rahmatzoda dan Franco Ramos.

Selain itu, ada Rafinha, striker Brasil yang menjadi mesin gol PSIM saat promosi dari Liga 2. Di barisan lokal, nama-nama seperti Andy Setyo Nugroho, Raka Cahyana, serta beberapa pemain dengan pengalaman Liga 1 sebelumnya seperti Kasim Botan dan Andi Irfan memperkuat kualitas kompetitif mereka.

Walau PSIM sebagai tim promosi belum memiliki jam terbang sebanyak tim papan atas lain, sekitar 14 pemain dalam skuadnya sudah punya pengalaman Liga 1, yang berarti level kompetitif mereka tidak bisa diremehkan.

Dalam konteks seperti itu, pilihan starting XI Persebaya tidak bisa hanya didasarkan pada nama besar atau popularitas pemain. Namun, mesti menjadi komposisi yang menggabungkan kestabilan lini belakang, kreativitas di tengah, serta ketajaman di depan. Hal itu untuk menghentikan dinamika permainan PSIM yang disiplin di pertahanan, serta mengatasi tekanan yang akan hadir dari suporter tuan rumah.

Di bawah mistar, Ernando Ari Sutaryadi diprediksi kembali dipercaya sebagai kiper utama. Di laga tandang dengan atmosfer berat, Persebaya butuh penjaga gawang yang tak hanya kuat di tepisan, tetapi mampu mendikte komunikasi lini pertahanan.

Di lini belakang, duet asing Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski diprediksi mendapatkan kepercayaan penuh untuk menghadapi lini depan PSIM yang berisi ancaman fisik dan kecerdasan menyerang seperti Rafinha dan Haljeta.

Sementara itu, posisi bek sayap akan memanfaatkan pengalaman Arief Catur di kanan untuk membantu transisi cepat dan kestabilan defensif, serta peran Rachmat Irianto di kiri bisa menjadi opsi yang mampu menjadi pemain penengah agar lini belakang tidak mudah pecah ketika diserang balik.

Barisan tengah menjadi area yang sangat krusial untuk menentukan alur permainan. Milos Raickovic sebagai pengendali tempo diprediksi dapat meredam kreativitas gelandang PSIM, terutama sosok seperti Ze Valente dan gelandang lokal berpengalaman lainnya.

Di sisi lain, Toni Firmansyah diproyeksikan membawa energi tinggi lewat pressing dan duel yang konsisten untuk tidak membiarkan PSIM mendapatkan ruang di tengah lapangan. Pedro Matos bisa berperan sebagai kreator di lini tengah untuk membuka pertahanan tuan rumah yang umumnya rapat dan disiplin, sebuah peran krusial dalam laga yang diprediksi akan berjalan ketat tanpa banyak celah besar.

Memasuki lini depan, formasi menyerang Persebaya kemungkinan akan mengandalkan Francisco Rivera di sisi kanan, yang punya naluri gol dan kemampuan menciptakan peluang, serta Bruno Moreira sebagai ujung tombak, senjata utama dalam penyelesaian akhir dan pergerakan di kotak penalti. Di sisi kiri, Gali Freitas diprediksi akan menjadi ancaman lewat kecepatan dan dribelnya, memberi tekanan pada bek kanan PSIM yang sering kali berada dalam situasi satu lawan satu.

Jika susunan tersebut benar-benar dimainkan oleh Tavares, maka starting XI Persebaya menghadapi PSIM akan terlihat sebagai keseimbangan antara kekuatan fisik, kreativitas, dan efektivitas serangan. Energi awal dari lini tengah dan ketajaman di depan akan menjadi modal penting untuk mencetak gol pertama cepat adalah sesuatu yang krusial. Sebab, PSIM sejauh ini kerap tampil disiplin setiap kali unggul atau bermain imbang.

Persebaya datang tidak dengan ambisi sekedar poin, tetapi keharusan menang. Baik untuk menghapus memori pahit di putaran pertama, maupun memperkuat posisi klasemen di kompetisi yang semakin kompetitif di putaran kedua ini. Dengan kombinasi skuad asing dan lokal yang matang dan dipilih, bukan sekadar populer, melainkan logis dari sisi taktik dan performa, pertandingan nanti jelas bukan sebatas tiga poin. Tetapi, soal harga diri dan ambisi jangka panjang Persebaya di Super League.

Dengan seluruh variabel yang ada, mulai dari kebutuhan mutlak Persebaya untuk menang, komposisi starting XI yang lebih berpengalaman, hingga kedalaman skuad PSIM yang disiplin namun relatif lebih terbatas dari sisi rotasi, laga di Stadion Sultan Agung diprediksi akan berjalan seru. Terutama di babak pertama. PSIM kemungkinan besar tetap mengandalkan organisasi bertahan dan transisi cepat, sementara Persebaya akan lebih sabar membangun serangan dan menunggu momen untuk memukul balik.

Jika Persebaya mampu mencetak gol lebih dulu dan menjaga konsistensi pressing di lini tengah, peluang membawa pulang tiga poin terbuka lebar. Dengan skenario tersebut, Persebaya diprediksi mampu membalas kekalahan putaran pertama dengan kemenangan tipis, namun krusial atas PSIM Yogyakarta. Prediksi skor 2-1 untuk Persebaya, sebuah hasil yang bukan hanya bernilai poin, melainkan juga menjadi penanda kebangkitan mental Bajul Ijo di era Bernardo Tavares.

Di posisi klasemen sementara, saat ini Persebaya berada di peringkat ke-7 dengan 28 poin. Sedangkan PSIM Yogyakarta di atasnya atau peringkat ke-6 dengan torehan 30 poin (selisih dua poin), Kedua tim sama-sama memainkan 17 laga dan pertandingan Minggu sore, pukul 15.30 WIB, akan menjadi laga ke-18 kedua tim. Jika Green Force menang, maka dipastikan mengkudeta PSIM. (*)

Prediksi XI Persebaya vs PSIM Yogyakarta

Formasi: 4-3-3:

Kiper:

  • Ernando Ari Sutaryadi (Paling konsisten).

Belakang:

  • Arief Catur (RB) (Pilihan paling aman dan aktif).
  • Gustavo Fernandes (CB) (Duel udara dan fisik).
  • Risto Mitrevski (CB) (Lebih “pure defender”, cocok untuk laga keras).
  • Rachmat Irianto (LB) (Bek kiri defensif, tapi aman. Ini laga away, bukan ajang overlap).

Tengah:

  • Milos Raickovic (DM/CM) (Pengunci ritme dan penjaga keseimbangan)
  • Toni Firmansyah (CM) (Pressing, energi, dan duel. Wajib di laga seperti ini)
  • Pedro Matos (CM/AM) (Kreativitas tetap dibutuhkan, tapi dengan dua gelandang pekerja di belakangnya)

Depan:

  • Francisco Rivera (RW) (Playmaker sayap dan finisher).
  • Bruno Moreira (ST) (Striker utama. Tidak ada alternatif sepadan)
  • Gali Freitas (LW) (Kecepatan untuk counter dan serangan langsung)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.