KabarBaik.co, Mataram – Abul Chair resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan membawa latar belakang kuat di bidang pengawasan keuangan negara dan tata kelola pemerintahan.
Abul Chair dikenal sebagai birokrat berpengalaman yang lama berkiprah di lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Sebelum dilantik sebagai Sekda NTB, ia menjabat sebagai Kepala BPKP Perwakilan Jawa Timur, posisi strategis yang menangani pengawasan keuangan dan pembangunan di salah satu provinsi terbesar di Indonesia.
Di BPKP, Abul Chair memiliki rekam jejak panjang dalam audit dan pengawasan keuangan negara, penguatan sistem pengendalian internal pemerintah, pendampingan tata kelola pemerintahan daerah, pencegahan korupsi, serta peningkatan akuntabilitas publik.
Pengalaman tersebut menjadikannya figur yang dinilai memiliki kapasitas nasional dalam memastikan pengelolaan anggaran yang transparan dan efektif.
Penunjukan Abul Chair sebagai Sekda NTB terbilang menarik karena ia berasal dari luar birokrasi internal daerah. Di tengah dominasi kandidat lokal, kehadirannya mencerminkan pilihan berbasis profesionalitas dan rekam jejak nasional.
Langkah ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB yang menekankan pada penguatan tata kelola pemerintahan, efisiensi dan transparansi anggaran, serta reformasi birokrasi berbasis kinerja.
Sebagai Sekda, Abul Chair memegang peran kunci dalam mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta menjadi penghubung antara kepala daerah dan jajaran birokrasi.
Ia menegaskan bahwa fokus awalnya adalah konsolidasi internal pemerintahan, pemetaan kinerja dan program OPD, serta menjaga ritme kerja pemerintahan tetap stabil.
Menurutnya, OPD harus mampu menerjemahkan kebijakan gubernur secara tepat, terstruktur, dan berdampak langsung pada masyarakat.
Sebagai figur eksternal, Abul Chair dihadapkan pada dua tantangan utama, yakni adaptasi terhadap kultur birokrasi lokal di NTB serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.
Namun di sisi lain, pengalaman nasionalnya diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam mempercepat reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas layanan publik di NTB.
Dengan kombinasi pengalaman teknokratis dan peran strategisnya saat ini, Abul Chair diharapkan menjadi motor penggerak birokrasi NTB yang lebih profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia pun menyatakan kesiapan menjalankan amanah tersebut.
“Saya dilantik bukan sekadar untuk menjadi, tetapi untuk memiliki NTB. Mari bersama-sama kita membangun NTB yang hebat, bermartabat, dan mendunia,” ujarnya.(*)








