Program REHAB 2.0 Bantu Peserta JKN Lunasi Tunggakan

oleh -133 Dilihat
IMG 20260410 WA0042
Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (Foto: Dia Ulhaq) 

KabarBaik.co, Pasuruan – BPJS Kesehatan terus berupaya menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memastikan peserta tetap memperoleh akses layanan kesehatan. Kehadiran aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan bagi peserta dalam memanfaatkan layanan dan memenuhi kebutuhan kepesertaan secara praktis.

Selain itu, fitur Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) membantu peserta mencicil tunggakan agar kepesertaan kembali aktif dan layanan kesehatan tetap terjamin.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Kemas Rona Kurniawansyah menyampaikan, bahwa peserta dapat memanfaatkan program New Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) 2.0 sebagai solusi untuk melunasi tunggakan iuran secara bertahap.

Program ini dirancang guna mendorong peningkatan keaktifan peserta JKN, khususnya pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), baik yang memiliki tunggakan maupun yang sedang dalam proses alih segmen.

“Jadi, bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, sekarang tidak perlu khawatir karena bisa memanfaatkan Program New Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) 2.0 untuk melunasinya secara dicicil,” jelas Kemas.

Menurut Kemas, program ini dihadirkan untuk mendorong peningkatan keaktifan peserta JKN, khususnya pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Tidak hanya bagi yang menunggak, program ini juga bisa dimanfaatkan oleh peserta yang sedang dalam proses alih segmen.

Kemas menambahkan bahwa aplikasi Mobile JKN menyediakan informasi tunggakan dan simulasi tagihan untuk membantu peserta merencanakan pembayaran sesuai kemampuan.

Pendaftaran program New REHAB 2.0 dapat dilakukan dengan memilih skema cicilan melalui aplikasi atau langsung di kantor BPJS Kesehatan hingga kepesertaan kembali aktif, berharap kemudahan ini mendorong lebih banyak peserta memanfaatkan program tersebut agar tetap dapat mengakses layanan kesehatan.

“Kami menyediakan informasi jumlah tunggakan dan simulasi tagihan melalui aplikasi Mobile JKN agar peserta dapat merencanakan pembayaran sesuai kemampuan, serta memudahkan pendaftaran Program New REHAB 2.0 baik melalui aplikasi maupun langsung di kantor BPJS Kesehatan hingga kepesertaan kembali aktif,” jelas Kemas.

Muhammad Chairul Anam, warga Desa Wonorejo, menjadi salah satu peserta JKN yang merasakan manfaat Program New REHAB 2.0. Awalnya ia terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri, namun setelah diangkat sebagai guru PPPK, status kepesertaannya beralih ke segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Dalam perjalanannya, ia sempat mengalami kendala akibat keterlambatan pembayaran iuran yang menyebabkan munculnya tunggakan. “Awalnya saya terdaftar sebagai peserta JKN mandiri atau segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Setelah diangkat menjadi guru PPPK, status kepesertaan saya beralih ke segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), namun saya sempat terkendala karena terlambat membayar iuran hingga muncul tunggakan,” ungkap Chairul.

Di akhir perbincangan, Chairul mengaku sangat bersyukur dengan adanya Program REHAB 2.0 karena membantunya melunasi tunggakan secara bertahap tanpa terasa berat. Program tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya tetap memiliki jaminan kesehatan.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya Program REHAB ini karena benar-benar membantu saya dalam melunasi tunggakan secara bertahap tanpa terasa berat. Harapan saya, peserta yang masih memiliki tunggakan bisa segera memanfaatkan kemudahan ini untuk melunasinya, karena BPJS Kesehatan benar-benar membantu dan meringankan dalam menjamin kesehatan keluarga,” tutupnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.