KabarBaik.co – Kegelisahan terhadap dampak negatif era digital mendorong pengurus PKK RT 41/RW 07, Perum Sun Safira Regency, Sidokepung, Buduran, Sidoarjo, menggelar acara literasi digital dan parenting bertajuk Save Our Children, Minggu (25/1).
Kegiatan yang berlangsung di area perumahan tersebut dihadiri oleh sekitar 150 warga. Ketua RT 41, Edy Pranoto, menyatakan bahwa acara ini sangat krusial mengingat derasnya paparan pornografi dan seks bebas yang mengintai anak-anak melalui gawai.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama. Cukup banyak aspek negatif era digital yang masuk ke kehidupan sehari-hari. Literasi digital bagi orang tua menjadi kunci perlindungan anak,” tutur Edy.
Acara ini menghadirkan dua pakar kompeten. Pertama, Aghnish Fauziah, M.Psi, psikolog dari DP3A Jawa Timur, yang menekankan pentingnya pendampingan dibandingkan pelarangan.
“Perlu parental control setting. Anak-anak harus didampingi saat akses internet, bangun koneksi dengan menanyakan game favoritnya. Jadi bukan sekadar melarang, tapi memberi pemahaman dan memperkuat hubungan emosional,” jelas Aghnish.
Ia juga menyarankan penerapan screen time rule yang konsisten. Jika dilanggar, anak diberikan konsekuensi, bukan hukuman yang mengancam. Menurutnya, anak yang merasa aman di rumah akan memiliki benteng mental yang lebih kuat saat menghadapi dunia luar.
Sementara itu, pakar parenting Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd, memberikan solusi bagi orang tua jika anak sudah terlanjur terpapar konten negatif. Ia menegaskan agar orang tua tetap tenang dan tidak menghakimi.
“Anak yang terpapar tidak otomatis rusak. Cara memulihkannya adalah dengan memvalidasi perasaan mereka, meminta mereka bercerita, dan memperkuat kembali ikatan batin. Jika ada perubahan perilaku yang drastis, jangan ragu mencari bantuan profesional,” tegas Dody.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Perum Sun Safira tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan rumah yang inklusif dan aman bagi tumbuh kembang anak di tengah gempuran informasi digital.







